Saturday, February 10, 2018

"pembekalan" diri

Alhamdulillah.. hari ini berkesempatan menghadiri Dauroh Profesi dilanjutkan pelatihan mengajar Al-Qur'an spesial untuk STIS55.

Fabi'ayyi ala irabbikuma tukadziban.. 
Lingkup lingkungan ini yang selalu saya syukuri semenjak masuk ke dalam dunia perkuliahan. Walau rasanya saya masih jauh dari posisi yang semestinya selayaknya teman2 yang lain. Maafin saya yang masih sering bandel ini ._.v


- Hierarki Keahlian Teknis vs. Manajemen-

Sesi pertama bersama Bpk Azka Ubaidillah, yang baru saja selesai studi S3 IPB tercepat (dimutasikan dari Jambi ke STIS). Ulasan menekankan bagaimana kita menggali potensi di daerah, terutama untuk pengembangan diri sekaligus menebarkan kebaikan (dakwah). Selalu mencari motivasi dalam melakukan suatu hal yang sejalan dengan pekerjaan dan bisa berbaur dengan masyarakat. Pesan beliau: Selalu ikhlas dengan ketetapan-Nya, ingatlah bahwa perintah Allah selalu mengandung kebaikan. Ciptakan kebahagiaan dalam hati menjelang pemberangkatan, bahwa akan menyebarkan kebermanfaatan dan keberkahan adalah balasan bagi yang istiqomah di jalan-Nya.

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud: 112)

Sesi kedua dengan Bpk Ahmad M Saleh (Kepala BPS Kota Depok). Beliau ini tadinya bekerja di Pusat, namun sebagai aktualisasi diri mengajukan untuk pindah satker hingga kemudian kini menjadi kepala disana. Khas ala-ala motivation trainer banget lha. Bikin suasana hidup dengan interaksi-interaksi ringan. Pertama materi pengenalan BPS : visi misi sebagai pedoman untuk menggapai tujuan bersama. Kemudian tentang perjalanan waktu kita, bahwa masa lampau (history), masa kini (present), dan masa depan (future/expectacy) adalah keniscayaan yang perlu dilewati dengan baik. Idealisme hidup, bagaimana kita menjalani dunia kerja yang penuh tantangan, mengambil porsi/ peran sesuai kebutuhan, berpikir cerdas dan mengeksplor kemampuan, serta mengenali diri dan orang lain. Kuncinya: komunikasi dengan baik! 

Sesi ketiga bersama Bpk Pujiyanto.(Angk 46 dr Pare-Pare yg sedang TB). Cuma sebentar sih sharing-sharingnya, menanggapi pertanyaan2 yang dialami selama magang terkait mana yang boleh dan tidak. Perbedaan antara dunia kerja dan masa perkuliahan dahulu. Fokus dengan apa yang bisa dikerjakan, untuk membenahi sistem birokrasi yang seringkali belum sesuai dg kondisi ideal.  Terkait dakwah: posisikan diri secara luwes dan mengembangkan kemampuan tarbiyah dzatiyah (proteksi hati&iman).

Ba'da dzuhur dilanjutkan pelatihan mengajar Al-Qur'an dengan metode "A-Ba-Ta-Tsa" oleh Ust. Bambang Yulianto. Awalnya sih gak mendaftar ini karena tadinya memilihi ingin pulkam, tapi begitu  dapat info terkait Dauroh Profesi, ya baiknya sekalian aja ikutan.. Lumayan nambah ilmu.. :3

Nah, sebelumnya emang sempet denger ada panduan selain IQRO buat belajar membaca Al-Qur'an, pas banget dapet kesempatan belajar langsung dari yang mengembangakannya. Subhanallah.. Jadi emang karena Ust. Aris (Ikhwah BPS) sudah membuktikan sendiri anaknya belajar lewat metode ini.

-Ini penampakan buku pedomannya, terdapat 2 jilid-

Cihuyy.. Browsing pelatihan seperti ini aslinya berbayar ***k tiap orangnya. Wah beruntung banget emang dapet ilmu seperti ini secara cuma-cuma, bahkan dapet makan siang juga. Hehe

Jadi biasanya pelatihan kurang lebih 8-9 jam, kali ini dipadatkan 4.5 jam sesuai negosiasi di awal sesi. Wkwk, semi pembelajaran micro-teaching (gimana caranya menghadapi anak2) dan pelatihan prakteknya juga bareng temen yang lain. Hmm, boleh jujur ternyata gak segampang ngajarin ilmu eksak kaya kebiasaan buat kegiatan2 sosial gitu. Terutama menekankan makharijul huruf (yak, saya masih ngerasa kurang terus walau udah 2x ikt program tahsin)

Cuma inget keuatamaan, betapa besarnya nilai pahala mengajarkan ilmu agama ini pada orang lain, semoga pegangan ilmu ini bisa dimaksimalkan dengan baik. Aamiin yarabbal alamin.

0 comments:

Post a Comment