Friday, July 28, 2017

standar hidup

Seiring berjalannya waktu, pola pikir kita berubah pun juga dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Yang tadinya terbiasa mendapatkan apa-apa dari orang tua, kemudian mulai mengetahui betapa sulitnya untuk memperoleh uang sendiri. 

Sebagai upaya untuk menemukan kembali jiwa tulisan, saya juga memperbaharui list tumblr/ web yang saya ikuti. Pengalihan kesuntukan mahasiswa tingkat akhir (harap jangan diikuti ya)..

Sedikit dikaitkan dengan postingan yang menyentil, bisa dilihat di satriamaulana.tumblr.com/post/161795584116/tawar  (bisa dijadikan  bahan renungan, kenapa rela membayar 'mahal' untuk kebanggaan, sedangkan begitu 'pelit' membagikan kebahagiaan yang kita punya)  

Disitu saya sadar selama ini banyak mental dan kebiasaan yang salah. Kita semua tentunya berharap untuk memajukan kesejahteraan bangsa ini, tapi pilihan dan cara kita kurang tepat. Idealisme itu sering dipandang mahal harganya, tapi tentu itu adalah sebuah pilihan. Ini tentunya juga self-reminder untuk diri saya sendiri.

Saya tentunya masih belajar memilah antara mana yg perlu dan tidak, titik mana yang dijadikan prioritas untuk memahami "ilmu"nya dan kabar mana yang cukup tahu saja. Kadang saya perlu berterimakasih dengan jiwa sarkasme sejak kecil, yang dulu membuat diri saya introvert (walau kini saya merasa berubah banyak masalah pola bergaul)

Intinya, banyak-banyak bersyukur bagaimanapun kondisi saat ini. Tuhan punya rencana terbaik untuk setiap makhluk-Nya, mungkin dengan cara berbeda dari apa yang kita inginkan, mungkin dengan banyak alur kejutan, mungkin dengan kesempatan yang tidak terduga sebelumnya.

Jadi bagaimana pandanganmu, sendiri?
Saya menulis apapun yang bisa membuat nyaman menjadi diri sendiri, agar tak sekedar sibuk membandingkan kondisi diri dengan orang lain... Saya bersyukur menjalani kesempatan yang tidak semua orang dapatkan untuk menikmati indahnya "merasa cukup"

Yap, sudah saatnya kita memutuskan lifestyle seperti apa yang ingin dipertahankan: pola hidup sehat dan mendukung perekonomian inklusif (atau) kebiasaan konsumerisme dan mudah terprovokasi mode kekinian? Let's made a decision from now on :)

0 comments:

Post a Comment