Tuesday, July 18, 2017

pelajaran berharga

Berhenti membangun citra bahwa dirimu orang baik, rin...
Ya, saya memang tak sebaik apa anggapan orang lain. Saya hanyalah seseorang yang terlalu banyak berbicara daripada bertindak :')

Selama kegiatan pengmas yang sudah berlalu, banyak pelajaran yang bisa saya ambil mulai dari membantu kating (dalam penyaluran dan penjualan barang2), baksos lintas angkatan, sampai kunjungan ke panti dan kegiatan berbagi nasi. Tidak mungkin tidak lelah dengan intensitas dan pengalihan pikiran dari 'tanggungan' mahasiswa tingkat akhir, tapi saya bersyukur telah diberikan kesempatan sedemikian rupa bekerja sama dengan mereka.

Semoga amalan yang lillah ini mengangkat sedikit beban apapun yang ada di pundak kalian, teman. Maafkan jika selama ini saya terlalu kaku dan arogan, kurang menikmati ritme yang harusnya kita jalani dengan penuh suka cita dan rasa syukur. 

Belajar dari kakek-nenek yang dikunjungi di panti werdha, bahwa menua adalah pasti, maka berbahagialah ketika dapat menemukan "makna" dari perjalanan itu sendiri. Belajar dari balita di PSAA, kamu perlu berterimakasih atas nikmat diberi orangtua yang menyayangi dengan sepenuh hati karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Belajar makna berjuang saat berbuka bersama anak-anak di panti asuhan, ada upaya memperoleh prestasi gemilang disetiap keterbatasan. Belajar menghargai setiap makanan yang dapat kita nikmati, ketika membagikan bungkusan nasi di tengah malam di keremangan malam Jakarta. Betapa beruntungnya kita dan permasalahan yang dihadapi tak ada seujung kuku dari pengalaman hidup orang lain.

Ah, betapa aku rindu menuliskan apa-apa yang terekam dalam memoriku. Hingga suatu saat nanti bisa kubaca kembali dan membuat diri ini menghangat.

Terimakasih kalian, partner seperjuangan yang kadang bisa bikin kesal dan senang disaat yang bersamaan. Terimakasih atas kebersamaan setahun ini dan jangan lelah berjuang!

0 comments:

Post a Comment