Wednesday, July 19, 2017

financial technology

Investasi? Bukan kata-kata yang asing buat kita. Tahun ini semakin berkembang start-up yang memfasilitasi seputar keuangan di Indonesia. Apalagi saat matakuliah perekonomian Indonesia, dosen juga kerapkali menyebut tentang trading saham dan forex (walau untuk dua ini saya hanya cari2 tau infonya dan menghasut adik yang anak akuntansi buat sembari belajar tentang bursa efek syariah tapi dianya gamau -_-). Juga tepat saat saya mulai mengenal sistem perbankan syariah (guna menghindari riba dan gharar), saya pun memulai 'belajar' dengan membuka deposito di BNISyariah. Fyi, deposit bisa dipilih dengan waktu 1,3,6,12 bulan, semakin lama persentase bagi hasilnya lebih besar (tapi untuk trial perdana saya memilih 3 bln saja yg bisa ARO).

Yup, di tulisan kali ini saya pengen bahas terkait Fintech, aka. financial technology yang saya ketahui (beberapa sudah join) yang juga tergabung dalam fintech.id. Selain menggencarkan cash-less society, melalui uang elektronik nampaknya startup pendukung untuk perkembangan ekonomi inklusif di Indonesia cukup populer based on industri kreatif yang sedang kekinian..

  • Kitabisa.com
Situs crowd-funding yang cukup populer ini bergerak di bidang sosial untuk menghimpun dana bagi pihak-pihak yang memerlukan bantuan seperti pengobatan, membangun sekolah/fasilitas umum, dll. Menurut saya konsep memfasilitasi "berbagi" yang luarbiasa untuk kemudahan akses saat ini. 


  • Doku Wallet

Saya mengenal "dompet online" ini sudah cukup lama karena mencobanya untuk membeli paket data Bolt sejak tahun 2014 dahulu, pengembangannya sekarang sudah banyak merchant yang bekerja sama dan juga terintegrasi dengan investasi Bareksa.

  • GoPay
Ini salah satu media (bisa dibilang saldo elektronik ya?) yang cukup sering saya gunakan karena saya pengguna setia apps Go-jek (baik untuk pemesanan mobil online dan makanan delivery). Alasan simpel saya lebih memilihnya dibanding grab/uber sudah jelas karena besutan lokal jadi saya dukung dengan keras. Sistem pengisiannya pun cukup mudah dan cepat karena kerjasama dengan berbagai bank tanpa perlu menambah biaya adm.

  • Dompet Sehat, Sang Manajer Keuangan vs. Finansialku.com, Situs Pengelolaan Keuangan
   
Aplikasi dompet sehat menurut saya membantu untuk pencatatan pendapatan dan pengeluaran (tapi sejujurnya saya masih lebih nyaman melakukan pencatatan manual, hehe). Rujukan bacaan terkait Keuangan yang sehat juga sering saya temukan di website finansialku.com yang berisi berbagai artikel mudah dipahami.

  • Bareksa
Nah, salah satu produk investasi online yang saat ini populer adalah Reksadana (bisa didapatkan dalam perbankan juga). Reksadana sendiri terdapat 4 jenis, yaitu: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Kamu juga bisa memilih pada jenis konvensional atau syariah sesuai Manajer Investasi (MI) yang kamu pilih, mulai dari 100k (ada yg lebih dari itu tergantung reksadana yg dipilih). Bareksa.com merupakan salah satu situs fasilitator yang sudah lama ada di Indonesia, sehingga saya memutuskan untuk membuka akun dan mencoba investasi di Bahana Likuid Syariah (PU) dan MNC Dana Syariah (PT). Untuk memilih produk yang tepat, kamu bisa menyeleksi sesuai prospektus yang ada, disesuaikan dengan profil resiko Anda. Pembukaan akun secara online cukup mudah, walaupun saya termasuk kategori newbie dan awam. Kekurangan produk investasi ini menurut saya karena untuk transfer dana (ke bank kustodian) hanya melalui bank BCA hingga untuk pembelian dan penjualan unit akan dapat dikenai biaya adm antar-bank.

  • Amartha
Peer-to-peer lending (P2P) pertama yang saya ikuti karena sistemnya paling pas dengan kriteria yang saya inginkan. Selain sudah berkembang cukup lama, fokus pendanaan nya pun ditujukan pada ibu-ibu yang ingin memperbaiki keadaan finansial keluarga dengan membuat suatu usaha. Gagasan pembentukan kelompok kecil untuk membantu keberhasilan wirausaha ini saya akui sangat cerdas, hingga saat ini jumlah min. pinjaman sebesar 3jt (tenor rata-rata 50 minggu) dan sekarang sudah bekerjasama dengan proteksi Adipati. Untuk fasilitas 'rekening sementara' pun tersedia VA BRI, BCA, dan Mandiri.

  • Teman Crowde
Crowde.co bersinergi dengan para petani yang sedang mengembangkan suatu proyek dan memerlukan bantuan pendanaan. Disini para investor bisa memilih sendiri dan menentukan jumlah (mulai dari 10k) hingga maks dana yang diperlukan. Kelebihan situs ini juga adalah pembayaran melalui channel berbagai rekening bank, walaupun pengecekannya masih manual. Jangka waktu investasi pun bervariasi, disertai penghitungan proyeksi pinjaman/bagi hasil.

  • iGrow
Sebenarnya pertama kali mengenal saat salah satu founder-nya menjadi pembicara di acara kajian kampus yang diundang oleh KOMNET. Katanya peminat memang kebanyakan justru orang-orang dari luar negeri yang berinvestasi dalam jangka panjang, juga dengan modal yang bisa dibilang tidak kecil. Kontrak dan sistem bagi hasilnya dihitung tahunan (bahkan kebanyakan blm bs diperoleh di tahun pertama krn menunggu berbuah dgn proyeksi belasan tahun), juga terdapat pilihan pemberian wakaf untuk mustahik dari bagi hasil yg diperoleh. Bisa dibilang bukan hanya keinginan investasi, namun lebih ke misi salah satu upaya 'menghijaukan dunia'. Yang menarik artikel di website dan aplikasi mobilenya bisa dibilang unik dan update, hingga baru beberapa waktu ini saya akhirnya membeli bibit precision-farming sayuran dan mendapat sertifikat kepemilikannya.


Tambahan:
Ada jugasih ini pengembangan baru di Cilegon (Banten) yaitu Agraria Farm, situs online bekerjasama dengan desa wisata yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan (bisa dicek di agraria-farm.com) yang baru saja di rilis April 2017 ini. Kamu bisa membeli 1 slot sebesar 3 juta (dengan 1 ekor sapi = 6 slot) dengan jangka waktu invest 4-5 bulan.


Yak, kurang lebih sekian yang dapat saya bagikan. Sekiranya bisa jadi wawasan baru , jika ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan bisa mengisi kolom komentar. Terimakasih :)

0 comments:

Post a Comment