Monday, April 3, 2017

HAPPY 8TH!

Ciyee.. blog ini ternyata semakin menua, harusnya isinya pun semakin berbobot ya? Wkwk

Banyak yang masih belum terwujud, durung kesampean membawa blog ke dalam sebuah kompetisi. Belum remark layout gawean sendiri (biar ceritanya ada copyright). Terus postingan rutin pun tidak konsisten (apalagi sekarang lagi garap tugas akhir juga)

Tapiii.. seneng juga tiap setahun, ada yang bisa diperingati dari awal mula bikin akun blogger ini. Bahwa menjaga diri untuk tetap produktif ada fase pasang-surutnya, kadang baca2 tulisan lama untuk mengenang memori disaat menuliskannya, dll. Salah satu akun medsos yang awet buat diurus, selain facebook dan twitter. Hwhw

Oya, sedikit bahas berita yang lagi kekinian yaitu Tour Ceramah dr Zakir Naik di Indonesia. Yeay, alhamdulillah negara kita ini berkesempatan didatangi oleh seorang yang sering membukakan pintu hidayah untuk non-Muslim. Disaat isu SARA lagi riweh banget disini (terutama pilkada Jakarta juga sih), seperti ada angin segar menurut saya pasca kedatangan Raja Salman dari Saudi Arabia.

Awalnya saya dapat info dari teman2 pengmas saat sedang menjaga stand untuk baksos, terkait pendaftaran acara di Bekasi. Tapi disitu saya kurang paham, karena belum pernah mendengarkan ceramahnya sebelumnya.

Saya memang awam terkait persoalan yang sensitif. Terkadang saya enggan beropini, dengan perspektif saya yang tak luas. Tapi sedikit banyak saya belajar dari teman-teman saya yang menyuarakan pendapat mereka dengan lantang untuk membela agama kita, Islam, sebagai rahmatan lil alamin.. Bahwa benar adanya, kita perlu menyerukan kebenaran, walaupun itu hanya satu ayat.

Dalam ceramah di UPI, Bandung pada hari minggu, saya hanya sempat menonton live streaming di bagian tanya jawab (pasca pulang dari main badminton). Saat itu pun saya sembari membuka file TOR untuk kajian Islam angkatan, mendengarkan pertanyaan2 yang dijawab dengan analogi yang tepat, hingga logika dan pemahaman agama kita dapat bertemu. Hingga tiba2 ada pertanyaan dari seorang non-Is, disitu hati saya berdesir hingga momen dimana beliau memandu syahadat setelah memastikan perempuan tersebut yakin dengan kebenaran agama Islam dan keberadaan Allah dan RasulNya.

Ah, betapa indahnya momen itu mengingatkan pada seorang teman masa SMA yang masuk agama Islam di masjid sekolah kami :') Betapa haru dan sesaknya, hidayah dapat muncul pada siapa saja, dan betapa malunya kita sebagai seorang Muslim jika tak bisa menerapkan pemahaman baik dari kitab Suci kita sendiri.

Saya kemudian membaca artikel tentang materi yang disampaikan, keharusan kita sebagai Muslim untuk dapat menerapkan Surat Al-Ashr. Saling mengingatkan untuk kebenaran. Berdakwah dengan apa yang kita mampu untuk menyebarkan agama yang kita anut. Kemudian hari ini pun ada acara di UMY, diikuti rentetan roadshow ke beberapa kota lainnya beberapa hari ke depan :)

0 comments:

Post a Comment