Monday, December 26, 2016

Koleksi buku di rumah memenuhi satu dua lemari yang sudah lama kutinggalkan. Yang terakhir kutata saat pindah rumah, sesaat setelah kelulusan SMA. 

Aku gemar membeli buku-buku dan novel fiksi kala berangan menjadi seorang guru dan penulis. Ah, alangkah polosnya keinginan itu. Aku ingin membuka rumah belajar juga perpustakaan mini untuk anak2 kecil, karena buku adalah jendela dunia. Kini semua hanya bertumpuk, beberapa kerap dipinjam oleh teman sepermainan dahulu... 


Buku ini adalah satu dari sekian buku yang belum sempat kutamatkan. Novel karangan penulis favorit, namun berhenti dibaca pada bab awal saat membelinya ditengah liburan yang lalu. Tapi, sejenak aku membukanya kembali saat diri ini masih berusaha berdamai dengan pemikiran. 

Anna dan Elsa (dua nama yang mengingatkan akan tokoh frozen) merupakan bocah lucu nan beruntung memiliki kisah yang menakjubkan. 

Rindu. Kisah ini tentang perjalanan kapal besar di zaman sebelum kemerdekaan yang berangkat dari nusantara menuju tanah suci. Tentang beberapa pertanyaan besar dari 5 tokoh utama di novel ini. 

Setiap orang memiliki kisah masa lalu. 
Yang terkadang tak mudah berdamai dengannya. Kenangan yang begitu kuat dan melekat untuk waktu yang lama. Penuh amarah atau rasa benci untuk mengingatnya. 

Nampaknya bukan seberapa besar keinginan kita untuk melupakan. Tapi proses menerima dengan lapang dan membuka lembaran yang baru untuk berbuat kebaikan. Hmm.. belum bisa membuat review-nya karena dalam proses menyelesaikan dan menerima dengan matang pembelajarannya.

0 comments:

Post a Comment