Friday, November 25, 2016

Review: Sabtu bersama Bapak

Hasil gambar

I give 4 from 5 stars...
Sangat menarik kemasan kisah perjuangan seorang single mother membesarkan 2 anak lelakinya. Mereka tumbuh dewasa penuh prestasi karena motivasi dari ayah yang telah tiada, namun meninggalkan rekaman tiap minggunya untuk dilihat oleh anak-anaknya setiap hari Sabtu.

Film ini diangkat dari sebuah novel best-seller, tak ayal lagi ceritanya sangat menarik dengan sisi keluarga yang sangat kental berpengaruh membentuk kepribadian. Kejutan-kejutan di sepanjang film ini juga disajikan dengan unik dan alur yang cepat namun tepat.

Satya, anak pertama yang tinggal di luar negeri setelah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Pengalamannya memberi pelajaran bagaimana mengatur antara ego akan rencana dan target yang dibuat dibanding dengan kebersamaan keluarga. Cakra, sang ragil yang sangat menyayangi ibunya, namun bertingkah sangat canggung dihadapan wanita yang disukainya. Mengajarkan kita pentingnya perasaan yang tulus dan menjadi pribadi yang apa adanya.

Entah apa karena mood saya sedang rapuh saat menonton ini, tapi saya sangat menikmati keseluruhan cerita yang membuat saya merasakan betapa sulitnya perjuangan menjadi orangtua. Dan betapa egoisnya kita jika tidak berusaha selalu membahagiakan mereka.

Well.. I have to done this, berhenti mengeluh yang tidak-tidak di depan mereka menjelang perpisahan yang rasanya di depan mata untuk merantau jauh. Selalu memberi kabar agar mereka tidak khawatir dan rindu dengan anaknya yang serba ceroboh ini.

0 comments:

Post a Comment