Wednesday, November 30, 2016

menyiapkan mental

Hasil gambar

Hidup ini tak pernah mudah, kawan. Pagi ini, saat baru saja ingin berangkat ke kampus untuk menjalani ujian hari kedua, kabarnya pengumuman formasi penempatan angkatan 54 sudah keluar. Begitu sampai kelas dan mengecek handphone, ternyata salah seorang teman sudah membagikan file-nya. Dengan rasa penasaran aku mulai melihat satu-per-satu nama yang sedikit banyak kukenal.

Mencemaskan beberapa orang yang tidak mendapatkan prioritasnya. Tapi aku yakin mereka bisa berbesar hati menerimanya. Ah, setahun lagi aku akan merasakan euforia ini. Ya, harus bersemangat untuk meraih kelulusan di Oktober 2017 yang akan datang.

Kuputuskan untuk tidak takut menghadapi keadaan. Setiap keputusan yang telah kuambil telah memiliki konsekuensi yang harus kuhadapi sekarang dan di masa yang akan mendatang. Ingat akan tekad menjadi seseorang yang kuat, bukan?

Yak, selama ini seringkali bercakap dengan teman-teman laki-laki sedikit banyak aku mengharapkan diriku ini tidak selemah aku yang dulu mudah sakit dan rentan fisiknya. Dari mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh, hanya beberapa hal yang kusesali pernah berada pada posisi terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya.

Sedikit membahas sharing saat biroma kemarin. Fitrah manusia adalah hidup secara bersama-sama (jama'ah). Oleh karena itu pentingnya suatu ukhuwah yang terjalin dari adanya kesamaan. Sekuat-kuatnya ikatan itu adalah yang dilandasi oleh akidah. Kisah yang perlu diteladani dari kisah para sahabat salah satunya mengenai kaum Muhajirin dan kaum Anshar.

Ingatlah bahwa takdir dan rejeki tidak akan tertukar antar manusia. Percayalah semua telah diatur dengan skenario terbaik, hanya kita diberikan kesempatan berdiam diri atau melakukan sesuatu untuk berubah. Jangan pernah iri atas apa yang orang lain peroleh atas kerja kerasnya, justru seharusnya menjadi cambuk untuk menjadi lebih baik lagi.

Setiap manusia perlu mencari dan menjaga hidayahnya, yang mungkin perlu diawali dengan memaksa diri. Dengan amanah yang semakin besar, seiring bertambahnya usia, kita perlu meningkatkan kualitas diri dengan menghadiri majelis ilmu ditengah kesibukan yang ada. Menyempatkan waktu untuk mendapatkan semangat dan kekuatan sesuai jalan yang diridhoi-Nya.

Sadar bukan bahwa waktu yang tersisa ini harus dimanfaatkan dengan baik?
Jangan pernah takut untuk memulai lembaran baru, walaupun terasa sulit dan berat untuk dilakukan seorang diri...

0 comments:

Post a Comment