Wednesday, November 30, 2016

Aku kecewa, maka aku diam.
Aku amat marah, kemudian aku memilih untuk diam.

Selama ini aku menganggap dan berupaya semua keadaan masih seperti semula. Sampai yang lain menilai bahwa kita masih baik-baik saja.

Namum,  rasanya sudah tak berguna jika aku menjelaskan sesuatu.  Aku sudah tak berarti apa-apa di matamu. Selama ini kau membuang waktu untuk mencoba memahamiku.

Aku rapuh untuk selalu merasa tak berguna di depanmu. Aku terluka karena hanya membawa beban kepadamu.

Terimakasih telah mengembalikan rasa skeptisku pada posisinya semula.

😿😿
Sudahlah, lepaskan saja. Maka esok lusa jika ia memang berarti,  maka akan kembali tanpa perlu kau minta. Benar begitu bukan?

0 comments:

Post a Comment