Thursday, September 15, 2016

Dukungan Semesta

Awalnya aku marah. Marah dengan diriku sendiri.
Karena membiarkan diri ini kembali terjebak atas sesuatu bernama perasaan.
Namun, kemudian menemukan banyak tulisan yang menguatkan. Mungkin ini cara agar diri ini jemu oleh kesedihan dan rasa sesak. Maka, mari menjadi dirimu seperti dahulu kala:

Tegakkan dirimu, luruskan pandangan.
Hidup memang penuh lika-liku, yang bertujuan untuk pembelajaran.

Entah apakah takdir atas kehadiranmu hanya untuk memberi pelajaran, atau suatu saat nanti memang akan berakhir seperti doa yang terkabulkan.

----

Sekarang semakin banyak self-publishing, terbukti dengan minat dan pasaran terfasilitasi dengan baik. Bohong kalau aku tak malu dengan kemampuan ini. Minat saat sekolah dahulu tergerus oleh mental. Ah, betapa aku sangat merindukan guru-guru yang telah mengajarkanku untuk menulis dari hati.

Sebenarnya tidak ingin ber-melow diri, tapi hanya membahas beberapa karya yang muncul bulan ini..

Atas rekomendasi seorang teman aku mencari tahu tentang Ahimsa Azaleav, seorang penulis yang akan merilis karya terbarunya dari @lampudjalan. Sekuel dari novel sebelumnya Ephemera, yaitu Teka-Teki Rasa. Video teaser-nya cukup menarik, berupa testimoni dari para sahabat pembaca.

Menceritakan kisah dua insan yang memendam perasaan masing-masing. Tentang kesabaran penantian dan perjuangan. Siapakah jua yang tak pernah merasakan jatuh cinta diam-diam?

Lalu, novel yang dinantikan juga akan dibuka pemesanannya 23 September nanti, "Menentukan Arah" karya Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah. Yang spesial dari buku ini adalah ditulis mengenai pemaknaan hidup dari kedua orang yang akan menyempurnakan agama bersama. Ah, betapa romantisnya.

Genre semacam ini memang masih menjadi incaran para remaja, juga orang-orang yang menantikan 'jodoh'nya. Di umur yang memasuki kepala-2 ini bukanlah pembicaraan yang tabu diantara teman-teman dan lingkungan kita untuk memaknai tentang masa depan. Penantian hingga waktu yang tepat tiba, dipertemukan dengan seseorang yang akhirnya menjadi jawaban atas semuanya.

----

Well.. in the end, everything 'll go on.
Kamu adalah tetap kamu, bagaimanapun masa lalumu, rin. Belajarlah untuk menjadi kuat. Jangan lemah dan terjatuh berulang kali. Jangan biarkan dirimu mencari pembenaran ataupun pelarian atas setiap masalah.

0 comments:

Post a Comment