Thursday, August 4, 2016

Together We Fight

Malam ini, setelah berusaha melakukan banyak hal produktif dan menahan diri agar tak mencari pelarian dengan menghamburkan uang, hal terakhir yang ingin kulakukan adalah menulis.

Lagi-lagi tak bisa kutepis bahwa bayanganmu masih sering berputar dalam pikiranku. Maafkan jika terlalu banyak aku melibatkanmu, disaat mungkin kau tak lagi nyaman untuk hal itu.

Tak terasa, mungkin dalam hitungan beberapa bulan lagi aku akan kesulitan untuk melihat sosokmu.
Semenjak mulai kau ciptakan jarak diantara kita, ingin kusampaikan kepadamu:
"Mari berjuang bersama-sama, dengan cara kita masing-masing".

Aku tahu aku masih seperti ini adanya. Tapi aku akan berusaha lebih baik lagi demi diriku sendiri, dan demi masa depan yang diharapkan kedua orang tuaku.. Aku masih ingin merubah banyak kebiasaan burukku, menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

Aku berkaca banyak dari teman-teman di sekeliling, yang perlu kulakukan hanyalah bergerak dan bertindak. Tak perlu berkecil hati ataupun merutuk yang tak bisa menyelesaikan apa-apa. Dulu, berkuliah disini adalah pilihanku, maka aku bertanggung jawab sepenuhnya sampai kelulusanku. Memilih peminatan ekonomi pun adalah sebuah pertimbangan disaat gentar menjadi mahasiswi komputasi dan kurang piawai menjadi sosialist (selain itu dikedua sisi itu justru aku memiliki minat yang cukup antusias).

Tetapi ketika menjatuhkan pilihan padamu, aku tak memerlukan sebuah alasan. Hanya keyakinan dan rasa nyaman yang membawaku pada pelabuhan yang mungkin justru kusesali jika nyatanya hanya merugikan dirimu.

Aku tahu akan membiarkan hatiku patah, jika masih terlarut terlalu dalam. Tapi aku telah menitipkan segalanya kepada Sang Pembolak-balik Perasaan dan percaya jika memang perasaan ini tak salah, ia akan temukan jalan disaat yang tepat.

So, I just tryin' to fight more hard than before. And my prays are always be with you, dear :)

0 comments:

Post a Comment