Friday, July 1, 2016

Penghujung Ramadhan

Tulisan sebelah membahas tentang "Keikhlasan dan Kesabaran" yang tiada batasan dan ujungnya.
Kalau ada air mata yang jatuh karena bersedih, barangkali kita terlalu erat menggenggam keinginan dan tak kuasa untuk merelakan sesuatu.
Tahun ini entah mengapa dada ini seringkali terasa begitu sesak. Mungkin karena kurangnya kelapangan dalam diriku sendiri. Entahlah, mengapa begitu sulit ketika semuanya telah begitu jelas. Apa aku mengingkari-Nya semata-mata hanya untuk kenyamanan diriku saja? 

Renungan-renungan yang telah berlalu sebulan ini. Menampar dan menghujam diri dengan lebih tajam daripada sebelumnya.

Mujahadah.
Ketika jiwa kotor, kita seolah tak bisa menahan hawa nafsu sendiri. Mendidik hati sesuai dengan apa yang telah diatur dalam panduan hidup manusia, Al-Qur'an. Mendekatkan diri pada-Nya, maka menitipkan segalanya untuk diatur sesuai apa yang seharusnya terjadi. Percaya akan skenario terbaik.

Terdapat tiga jenis nafsu dalam diri manusia: Nafsu Ammarah Bissu', Nafsu Lawwamah, Nafsu Mutmainnah.

- Amarah yang mengarahkan perilaku/ perbuatan yang tercela yang dimurkai olehNya. (QS. Yusuf : 53)
- Nafsu yang mengenal baik dan buruk; menerima teguran orang lain, menyesali perbuatan yang salah, dan bertaubat.
- Jiwa yang terbimbing, karena diisi oleh Asma Allah. (QS. Al- Fajr: 27-30)

Semoga kita senantiasa dimuliakan disisiNya :)

0 comments:

Post a Comment