Sunday, July 31, 2016

Majelis Keluarga AQL (30/07/2016)

Pertama kali hadir di forum kajian keluarga yang diadakan malam hari. Sempet bergundah hati buat berangkat, karena gak ada barengan di tengah minggu menjelang ujian. Tapi berbekal rasa penasaran, dimantapkan juga untuk berangkat naik angkot. Hmm, walaupun udah lama mager keluar sendirian malem-malem.

Seperti biasa pas di angkot ketemu orang dengan tujuan yang sama, lumayan ada temen ngobrol. Sampai disana audience udah ramai, tetapi acaranya belum dimulai walau sudah menunjukkan jam 8.05, lewat lima menit dari waktu yang dijadwalkan. Sambil nunggu, ngebuka modul buat lanjutin resume.

Dibuka dengan sambutan dari ketua hariannya, baru kali ini sih ngeliat, ternyata cukup humoris. Pembawaannya santai untuk menyampaikan visi dakwah Yayasan ini. Tetapi lama kelamaan sepertinya sembari mengulur waktu kedatangan ustadznya.

Pukul 9, barulah tiba yang ditunggu-tunggu oleh sebagian jama'ah. Ternyata ustadz ini pun pengganti dari yang dijadwalkan, namun rela menempuh perjalanan dari Depok-Jaksel setelah agendanya disana (gakdapet kereta, ngejar pake G*j*k pula, MasyaAllah)

Walaupun ngerasa masih bocah diantara yang hadir lainnya, tapi niat utama hadir ingin muhasabah diri. Selama ini gampang aja gitu ngejar-ngejar event yang diminati, tapi apalah ilmuku mengenai bekal akhirat nanti?

Temanya mungkin masih sangat jauh dari waktuku nanti. Tapi tak apalah sekedar mengetahui, disaat diberikan kesempatan baik seperti ini..

Pernikahan.
Hakikat dari pernikahan adalah kesamaan komitmen dan visi untuk menyempurnakan agama.
Carilah seseorang yang dapat memuliakan diri Anda, mengutamakan agama daripada syahwat dunia.
Dan jadilah seseorang yang mendukung untuk menjaga kesetiaan pada-Nya, memiliki rasa tanggung jawab, bukan untuk diri sendiri tapi bersama.

Anda menikah dengan manusia, yang sejatinya tidak ada yang sempurna.
Namun, dibalik ketidak ideal-an ada berkah dan nikmat untuk berubah demi kebaikan bersama. 
Membentuk ikatan yang kuat untuk keluarga yang harmonis.
Keluarga yang sakinah dan mawaddah (rumah dalam orientasi hati dan fisik yang bersama) 

Selalu "Evaluasi Diri". Karena, keluarga adalah fondasi awal kehidupan.
Konflik adalah realita kehidupan. Ketika ada konflik, selalu masih ada jalan untuk diperbaiki.
Bersama mengejar Ridho Allah untuk menggapai surga-Nya.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Aku ingat, dulu saat kecil aku sering skeptis dengan mempertanyakan kenapa kakek dan nenekku bisa berpisah, dan apa yang dirasakan Bunda saat menjadi korban broken home. Dulu aku penasaran, apa yang membuat kedua orangtuaku bertahan, saat dalam masa penantian 7 tahun sampai kehadiran diriku.

"Cinta pada fitrahnya akan menguatkan."
Kata Bunda dahulu, takkan ada yang bisa dipaksakan dalam hidup ini, Jika melepaskan adalah jalan terbaik, maka orang lain dan sebagai anak akan memahaminya. Begitupun jika ingin bertahan, apapun yang terjadi maka akan diperjuangkan bersama.

Alm. nenekku itu sosok yang sangat tegar bagiku. Memiliki hobi yang beraneka ragam, selalu menguatkan dan menjagaku saat kecil. Beliau saat mudanya aktivis yang cerdas dan cekatan dari cerita-cerita Bunda.

Aku yakin suatu saat nanti aku bisa setangguh perempuan tauladanku. Walau saat ini aku masih jauh dari kata itu. Masih perlu banyak belajar dan memantaskan diri. Hamasah ^^

0 comments:

Post a Comment