Thursday, May 5, 2016

Untitled


Menata Hati (Nazrul Anwar)
Persis disaat perasaanku ingin menyerah, buku pesanan sebulan yg lalu datang. Wkwk, meminta diriku sendiri untuk berhenti baper itu nyatanya sulit bukan main. Bahkan sudah terlalu meleka dengan julukan yg diberikan orang lain.

Setidaknya aku sudah pernah mencoba untuk menyibukkan diri lalu kelelahan dan berhenti. Berfokus pada urusanku saja nyatanya jg begitu membosankan. Tak berwarna saat melewati kebiasaan yang berputar disitu-situ saja. Kembali kepada titik hampa dan kehilangan jati diri. Kosong.


Sampai sekarang aku membiarkannya begitu. Membiarkan diriku larut dalam depresi. Biarkan sampai aku mampu berdiri sendiri.

Sekarang aku banyak menghabiskan waktu hanya untuk mereka ulang apa yang sebenarnya kubutuhkan, bukan kuinginkan. Setelah menarik diri dari orang sekitar, apakah aku masih mampu hidup hanya untuk diriku sendiri....

Aku hanya mampu melewatinya, tanpa mempercayai siapapun lagi.

0 comments:

Post a Comment