Saturday, April 23, 2016

Bedah Buku @ AQL

Sudah beberapa kali mendengar nama AQL di grup sharing muslimah. Beberapa kali ingin menghadiri kajian, tapi tak tahu lokasi dan urung jika tak ada kawan. Pun pilah-pilih melihat poster dengan tema yang menarik hati.

Tetiba gayung bersambut, muncul acara bedah buku dengan ajakan seorang teman. Walau tak elak, pagi hari disaat kegiatan tersebut baru menyadari ada jadwal pertandingan POR angkatan kelasku yang kukira sudah selesai sebelum zuhur, tetapi ada pula sorenya.

Dengan terikat janji dan rasa penasaran, aku tetap berangkat walaupun takbisa mengikutinya sampai selesai. Padahal tak tahu sekalipun tentang sang penulis, maupun buku-buku yang ditulisnya. Sebelum berangkat baru sekilas mencari dan tertuju pada blog >> azharologia.com

Singkat. Kata-katanya memang menawan. Tapi entah mengapa hatiku memang sedang beku membaca genre tulisan berbau cinta. Jadi ya, hikmahnya mungkin aku harus meneladani semangat menulisnya.

#1: TUHAN MAHA ROMANTIS
(sekuel book: Konspirasi Semesta) 
Tuhan Maha Romantis
"Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia."

Mendapati sesi pertama, sekilas mengenal tentang sang penulis, Azhar Nurun Ala. Masih muda dengan semangat yang membara. Hanya lebih tua beberapa tahun dari peserta yang mayoritas adalah mahasiswa maupun pelajar SMA. Tak menyangka banyak juga yang sudah menikmati karyanya, dan rela datang jauh-jauh untuk menemuinya.

Salah satunya adalah teman yang berkenalan denganku. Datang seorang diri dari daerah Ciputat, membuatku sedikit berdecak kagum. Sayang kami tak bisa bercakap banyak. Alhasil yang kuperoleh kebanyakan memang motivasi untuk menulis...

Hal yang dapat mengubah kita yang saat ini di masa depan:
1) Buku yang kita baca
Buku yang kita baca mempengaruhi pola pikir dan cara kita menyelesaikan masalah.
2) Orang-orang yang kita temui
Teman-teman disekeliling kita secara tidak langsung dapat membentuk kepribadian kita, akankah semakin baik atau sebaliknya. Lingkungan memang mempengaruhi seseorang.

Metode pengembangan diri >> membaca ilmu islam, sastra, dan psikologi
Menulis seperti menuang teko, maka dari itu kita perlu membaca.
Motivasi untuk membuat tulisan yang dapat menginspirasi orang lain.
Menulis pun bisa menjadi tempat mencurahkan pikiran dan mengekspresikan perasaan. 

Hmm... keren memang zaman sekarang. Menerbitkan buku seolah lebih mudah dengan segala akses yang ada. Tak perlu tembus sampai penerbit besar, karena sekarang banyak bermunculan self-publishing. Salah satunya yang kerap kuikuti karyanya adalah Nazrul Anwar, dengan Letters to Karel; Genap; dan Menata Hati. Yang paling kusuka adalah keunikan packaging-nya. 

So.. here I goes. Coming back to my hobbies :')

0 comments:

Post a Comment