Sunday, March 27, 2016

Perjalanan Pe-Ka-eL

Jadi ceritanya.. gak tahan juga untuk gak menuliskan perjalanan singkat selama 10 hari dalam rangka 'rutinitas' tingkat III yaitu Praktik Kerja Lapangan aka. PKL.

Yeah.. tepatnya Senin, 14 Maret 2016 dilakukan Grand Opening di aula Asrama Haji, Mataram dibuka oleh perwakilan Gubernur dan Kepala BPS NTB. Setelah perjalanan panjang hampir 20 jam menempuh segala transportasi, mulai dari bis, pesawat, kapal semua kita jajaki :')

Walaupun dapet kloter 8, nyampai nya pun cukup molor jadi mepet banget dengan waktu dimulainya GO, tapi dari awal emang udah semangat '45 buat dapetin wejangan dari petinggi sebagai bekel dan motivasi selama PKL. Cuma nyatanya disitu saya hanya bisa cengegesan dibangku belakang pas denger sambutan dari Ketua STIS buat mengeksplor dan "menambah" PDB NTB secara signifikan dengan jajan yang banyak XD

Walhasil, setelah rehat beberapa jam, pemberangkatan pun dimulai per wilayah kerja. Tim saya  --> Ummah (Bu Kortim Kece yg sabar luar biasa), Ayya (cewe modis yang serbatau), Eta (paling imut dan harus dijaga) dapet BS 015-018 di dusun Mangsit, perbatasan wilayah dengan Kab. Lombok Utara :)
-- Foto diambil dr ketinggian, namun sepertinya tak nampak apapun :v--

Wilayah kerja kami, adalah di desa yang cukup terkenal nampaknya: Senggigi, Lombok Barat. Potensial dengan jalan raya yang menjajari pesisir pantai yang luar biasa indah. Tapi bagi saya yg menyenangkan adalah dengan daerahnya yang seolah di dataran tinggi (maafkan saya pecinta dataran tinggi, walau takut ketinggian ._.v)

Blok Sensus kami memang berbatasan langsung dengan BS-Persiapan berupa hutan, atau lebih tepatnya wilayah bukit yang belum terjajal. Hmm.. ternyata turun langsung ke lapangan memang tak sesederhana teori yang didapatkan ya,,
  
 So.. setelah hari pertama dihabiskan dengan berbenah rumah tempat menginap selama di Batu Layar, kemudian hari kedua kami melakukan penelusuran wilayah (Listing Unit Usaha). Mungkin gak serumit yang dilakukan teman-teman Bidang Sosduk yang populasinya  (Ruta) cukup padat, di dusun tempat saya berkeliling nampaknya tak terlalu banyak eligible sample.

Disini saya cukup bingung dan khawatir.. Karena sedari awal kami berkeliling dibagi 2 bagian, setelah sebelumnya menemui Pak Kadus yang ternyata bekerja di sebuah resort yang ada di wilayah ini. Hmm.. ga mudah ternyata hanya dgn berbekal ke-PD an dan ke-sotoy-an kami saja mengenali batas2 administratif di peta-WB 2010 itu perlu loading dan diskusi lama.

Tp setelah menyusuri dan bertanya kesana-kemari, nampaknya tak sesulit itu karena memang banyak bangunan yg berubah :'D BS yang menjadi tanggung jawabku pun seolah zonk, terdapat hotel yang sudah tak beroperasi lagi dan adanya kawasan proyek resort besar yang sedang dibangun.. dibalik jejeran rumah sepanjang hjalan raya pun hanya ada makam dan 'rumah bedeng' hunian pekerja proyek yang tak eligible, karena bangunan fisik yang tdk permanen.

Menyelesaikan beban listing tim kami siang harinya, di hari ketiga pun pencacahan sudah bisa dimulai. Sedikit deg-degan takut terkendala dengan penggunaan CAPI, semalaman aku berusaha mengakali dan antisipasi sebagai seorang PCL.

Dan inilah sekilas foto unit usaha responden pertamaku (narasumber gamau foto bareng, jadi ya beginilah adanya~)

Dapet beberapa wejangan.. yang memotivasi saya buat lebih percaya diri saat wawancara :) dan juga mendapat pertanyaan balik seputar Lombok. Suasana disini memang menyenangkan, tp buat saya yang terbiasa dengan pantai seolah pemandangan yang biasa dan saya cuma bisa tersenyum sembari menjawab bahwa Lombok memang memiliki pesonanya tersendiri..

Kemudian di weekend.. Saat banyak yang lain memutuskan untuk pergi ke Gili Trawangan. Saya masih berkekeuh ria ingin menetap disini saja. Entah kenapa tak ada antusiasme liburan sama sekali dalam diri saya. Entahlah. Perasaan saya terasa kosong dan hambar selama perjalanan... Alhasil, kortim saya pun malah menemani saya dan teman sekamar yang kehilangan barang untuk ke Kantor Polisi dan melakukan revisit. Kemudian menuggu hari sore, kami pun menjajaki pantai yang dipenuhi keluarga yang ramai berwisata :)

--Disini kami minum kelapa, teman saya asik bermain air, saya asik bermain pasir. Saya senang melihat banyak anak kecil tertawa dan bercengkerama bersama keluarganya. Mereka membawa banyak kotak makanan bekal perjalanan dengan keluarga besar--  

Bagi saya bahagia itu sederhana. Tak cukup berada di tempat yang ramai dan menjadi dambaan banyak orang. Tetapi dimanapun kita berada, akan terasa jauh lebih bermakna jika kita bersama orang-orang yang tepat, bukan untuk melengkapi tetapi bersamanya akan terasa lengkap dan sempurna.

Kemudian, saat kami masuk ke pelabuhan yang berada di perbatasan dusun senggigi dan loco, disini bertemu beberapa temang dari wilayah kerja Gerung. Mereka sangat takjub keindahan pantai disini, sementara saya hanya bisa tersenyum mendambakan wilayah mereka yang mendaki gunung :'D (sudahlah rin, bersyukur saja :'D)



Intinya.. terakhir dari saya adalah.. menikmati hidup.
Apapun yang kamu kerjakan, jalani dengan sepenuh hati :)
Ikhlas maka semuanya akan terasa jauh lebih baik..


-- Buat kamu yang namanya kurapalkan dalam doa, selamat berjuang--

0 comments:

Post a Comment