Monday, February 29, 2016

(Katanya)

(Kata)nya (orang lain) hari ini cuma terjadi 4 tahun sekali.

Dan tibatiba pengen mengklarifikasi hal-hal yang sedikit runyam akhir-akhir ini. (?)


Let me be honest.. Situs blog ini daridulu hanyalah keranjang sampah, semacem diary online yang dibuka ketika lagi suntuk dan butuh pelarian, diandalkan menumpahkan semua keluh-kesah yang pantes maupun kadang gapantes buat di share. Walau kadang masih bisa keisi hal-hal berguna untuk berbagi info 'hal penting'.


Then, siapa juga yang mau peduli dengan cewe manja yang cengeng luar biasa ini? :v


Ya, aku tahu keras kepala itu tidak akan pernah menghasilkan apa-apa.
Tetapi aku belajar, kita memang harus percaya dengan orang yang sudah diberi kepercayaan.
Termasuk menghargai setiap keputusannya.
Karena boleh jadi ini semua adalah masalah prioritas dan komitmen yang dulu tak pernah ditekankan.


Keinginanku untuk hadir sekedar menjadi pelengkap dalam keseharianmu tampaknya terlalu tinggi.
Jika prioritasmu sekarang adalah memperbaiki diri, aku bisa apa?
Apapun itu aku harus menerimanya.
Jika kau memberi alasannya adalah jalan terbaik untuk kita berdua.
Itu semua adalah hak kamu.
Siapalah aku jika menahanmu kembali seperti inginku?

"Aku takkan memintamu menjadi siapapun, selain menjadi dirimu sendiri."
Selama ini, upayaku untuk menyisihkan waktu untukmu sepertinya tak cukup tepat.
Berusaha membuatmu bahagia pun rasanya masih salah :v
Diluar sana, ada seseorang yg lebih pantas untukmu.

Kekecewaanku terhadap diri sendiri adalah terlalu mengharapkanmu.
Maka, lebih baik untuk menghapuskannya sebelum menyakitimu lebih dalam.
Kesalahan terbesarku adalah selalu membiarkan obsesi semuku.
Yang ternyata semuanya adalah palsu.

Cewek itu ribet? Ya, kau benar. Aku memang membuatnya seolah rumit.
Tapi semata ini hanya demi kenyamanan saja.
Aku tak meminta untuk dipertahankan, karena aku pun tak pantas untuk itu.

Baka-rin!
Jangan bangga jika kamu salah. Jangan mencari pembenaran diatasnya.
Tapi pegang kuat prinsip hidup yang dapat membuatmu bahagia :)
Berbagi dan memberi tak akan sedikitpun menjadikanmu merugi.
Justru akan mendatangkan rasa syukur yang tak ternilai harganya.

Semua butuh proses pembelajaran.. So, yang sudah berlalu biarkanlah jadi kenangan yang kita simpan masing-masing, tanpa perlu kita ungkit dan permasalahkan lagi.

-Long way to go, to complete this pieces-


"Sementara menanti, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar." - Tere Liye

Kau tahu? Aku telah menyerah dengan keadaan. Omong kosong dengan perkataan apapun. Jika caramu memang seperti ini, aku akan mencoba melupakan apa yg pernah kubangun, karena nampaknya dunia kita tak akan lagi beririsan. Konsekuensinya aku telah melepas kenyataan.

We fight with our own way.
Pray for each other.
Should I say this as goodbye? :)

Baiklah, aku berhenti untuk larut dalam kesedihan, agar takkan membuatmu merasa bersalah walaupun sebenarnya itu bukanlah kesalahanmu sama sekali.

Yeah, mangats PKL! Selamat tinggal urusan perasaan~
Who cares, when nobody cares 'bout it :D

0 comments:

Post a Comment