Tuesday, August 25, 2015

Talkshow Bareng Orizuka

Tahu pepatah, "jodoh pasti bertemu"?
Haha, lebay nya bisa dibilang seperti itu.. Dadakan dapet info talkshow Orizuka dari official akun sosmednya H-1 disaat tadinya udah dapet tiket ke supermentor edisi perayaan 70 tahun Dirgahayu Indonesia.

Boleh dibilang dia adalah salah satu penulis favorit dari SMP, zamannya lagi hobi banget ngoleksi novel-novel genre teenlit. Pertama kali baca karyanya itu Summer Breeze, langsung jatuh cinta dengan caranya ngebalut konflik dan tiba-tiba menjelaskan ke pembaca kondisi sebenarnya yg unpredictable, yang seringnya bikin netes saat membacanya.

Seputar tema "Ngobrol Asyik tetang Kepenulisan Buku", Orizuka ngejelasin awal karirnya sebagai penulis puspaswara itu ketika menjadi salah satu nominator di lomba kepenulisan dengan tulisannya yang berjudul Me & My Prince Charming. Disitu datang juga editornya dari tim puspaswara.

Kunci utama menjadi penulis menurutnya adalah dengan MEMBACA. Yaps.. kurang lebih setuju sih dengan pendapatnya, karena dengan banyak membaca kita bisa nemuin gaya nulis kita akan sepeti apa, menambah wawasan kita seputar apa yang akan kita tulis, dan tentunya melatih agar tulisan kita semakin berkembang mengikuti kebutuhan pembaca.  

Berikut tips dari Orizuka, ketika kita ingin menerbitkan karya kita adalah sebagai berikut:
- Buat target yang jelas
Saat kamu memutuskan untuk memulai menulis sebuah novel, maka awali dengan membuat kerangka ceritanya terlebih dulu. Kemudian tentukan tenggat waktu kamu akan menyelesaikannya, sehingga dapat dijadikan motivasi untuk tidak beranjak ke ide tulisan lain.
- Minta masukan dari orang terdekat

Ketika naskahmu sudah selesai, setelah kau baca ulang dan melakukan proses editing tidak ada salahnya memberikan draft itu terlebih dahulu ke teman dan meminta masukan. Apakah cerita itu menurutnya telah menarik atau ada bagian yang mengganjal.
- Cari penerbit yang sesuai dengan genre tulisan
Setelah kau anggap naskahmu itu sudah cukup pantas diajukan, carilah penerbit yang sesuai dengan genre ceritamu. Biasanya kamu bisa memanfaatkan momen-momen ketika penerbit sedang melakukan kompetisi atau sayembara untuk penulis baru.
- Jangan mudah putus asa
Penulis ternama tidak mungkin tidak pernah merasakan yang namanya penolakan. Begitupun denganmu, jangan bersedih ketika naskah pertamamu ditolak. Tetaplah memperbaiki sesuai masukan yang diberikan dan mencari penerbit yang lain. Semoga beruntung :)

Yah.. absolutely salah satu keuntungan kuliah di Ibukota Negara a.k.a Jakarta ini emang lebih mudah banget akses buat nemuin orang-orang yg sebelumnya udah lama pengen kita temuin. Tapi ya kembali lagi tantangan buat diri sendiri apakah masih duduk diam dan melewatkan kesempatan untuk berkompetisi menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia kerja nanti seperti apa.


Sering-sering dateng ke talkshow penulis ataupun seminar-seminar kepenulisan itu memang selalu bisa bikin motivasi memuncak, Cuma menjaganya biar tetep produktif nulis itu kembali ke pribadi masing-masing lagi ^^

0 comments:

Post a Comment