Monday, July 20, 2015

Simple thing

Happiness is a simple thing...

Terlahir di keluarga yang sederhana. Terbiasa menerima kehidupan apa adanya, namun masih memiliki kesempatan untuk memilih jalan mana yang lebih baik. Dari kecil aku telah diberi kebebasan dan kesempatan menentukan pilihan hidupku. Mau sekolah dimana, mau jadi apa, itu tergantung pada diriku sendiri, dengan orang tua yang selalu support segala keinginanku.

Harusnya aku bisa selalu bersyukur dengan kondisiku ini. Dikekelingi oleh orang dan lingkungan yang baik menurutku, selalu berada di comfort zone. Walaupun saat sekolah dahulu aku menjadi anak rata-rata dan aku selalu berkeiginan menjadi anak2 yg menonjol seperti teman-temanku yg lain, hampir bisa dibilang apa yang aku tekadkan bisa terwujud dengan usahaku.

Punya banyak teman, memiliki beberapa partner-in-crime setiap masa sekolah, dan menyalurkan hobi itu bisa aku rasakan saat menempuh 12 tahun studi. Tapi nampaknya sifatku berubah banyak ketika kuliah, cenderung lebih tertutup karena ketakutanku sendiri, dan sampai sekarang belum bisa terbuka seperti dulu. Berada di lingkungan dengan aura kompetitif dengan sifat santaiku ini tak begitu banyak membuatku nyaman awalnya, tetapi sejak dini aku merasakan atmosfer sejuk yang menantangku untuk bertahan.

Mereka semua sangat baik, hanya aku yang mengurung diri. Sifat kekanakan dan egoisku mengekang eksplorasi diriku lebih luas. Mungkin banyak sifat burukku yang harus dibuang untuk menjadikan ku lebih baik dan matang. Dan aku berusaha untuk itu semua.

Menjadi dewasa itu tak serta merta hanya bertambah usia. Aku berharap bisa berubah banyak dari diriku yang dulu masih memiliki banyak cela. Sampai ketika aku merasa telah menemukan orang yg tepat yg mungkin bisa memberiku banyak pelajaran. Disaat aku merasa ingin menyerah, justru dia datang membawa kepastian dan meyakinkan bahwa hidup ini adalah pilihan. Berbagai alasan yang menguatkan dan menyadarkan bahwa ia adalah orang yg tepat. Harapanku semoga kami bisa sama-sama menemukan jalan untuk memperbaiki diri masing-masing bersama-sama.

Ya, seperti beberapa kali pernah kusampaikan. Mungkin kamu adalah jawaban atas doa selama ini. Mungkin kamu adalah perantaranya, sosok yang sederhana. Semoga senyumanmu selalu dapat mewarnai hariku, dan kehadiranku akan berarti lebih baik di kehidupanmu...

LYM! :)


0 comments:

Post a Comment