Tuesday, March 10, 2015

Kado HariKelahiranMu Ke-20

Tahun ini tak ada ucapan seperti biasa, tak ada hadiah langsung yang kuberikan padamu kali ini. Karena aku telah berusaha tak peduli lagi. Seperti maumu, bukan?

Aku tak akan ikut campur urusanmu, apapun bentuknya.. Aku tak ingin lepas kendali hanya karena perasaan aneh itu muncul ke permukaan kembali. Karena kadang aku merasa logikaku tak cukup mampu mengendalikan kebodohan.

Kado terbaik untukmu adalah... aku berhenti mengusik kehidupanmu. Aku tahu kau telah mendapatkan seseorang yang baik disampingmu, seperti yg pernah kusampaikan. Jangan pernah mengulangi apa yg pernah kau sesali.. seperti yang telah kau bilang telah kau sadari adalah.. jangan sakiti perasaan siapapun lagi :)


Jika aku egois, sejak dulu aku akan membencimu. Namun, nyatanya aku tak penah mampu. Aku hanya bisa menghilang sebisaku, memberikan ruang agar kita memiliki wilayah masing-masing.

Karena saat muncul api.. jika dibalas dgn api ataupun bensin tak akan pernah bisa memadamkannya.


Bagaimanapun perasaanku atau perasaanmu dahulu adalah sesuatu yg tak berarti lagi sekarang. Realita masa kini adalah pemenangnya. Aku harusnya sadar kau tak pernah benar-benar peduli padaku. Sedari dulu aku terlarut dalam obsesi semu padamu. Kamu hanya pernah baik, sebagai teman yang baik, sebatas itu..

Mungkin akulah yg jahat.. aku yg membuat seakan semuanya begitu rumit, diawali dgn keputusan sepihakku di masa lampau..

Dan, cukuplah sudah 3 tahun saja kepedulianku itu kusampaikan padamu.. benda benda skrg tak ada artinya lagi :)

Di hari ulang tahunmu yg ke-17 dahulu, msh didalam kebersamaan kita aku memberimu kenangan: tulisan ttg kita. Juga sebuah jaket karena hal itu yg kuyakini merupakan benda favoritmu dulu.

Lalu, di ulang tahunmu ke-18, kekonyolanku masih berusaha memberimu sesuatu utk menunjukkan kepedulianku. Jam tangan sama seperti yg kumiliki, hanya sebagai benda pengingat waktu. Agar kau bisa memaknai dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Di ulang tahunmu yang ke-19, pagi itu kusempatkan berjalan ke rumahmu, walaupun pagi itu jg aku harus keluar kota. Ya, setidaknya memang tak begitu jauh, tp banyak kurelakan waktu ditengah persiapan acara.. namun hasilnya nihil. Hanya kuletakkan kado berupa peralatan ibadah itu agar bs kau gunakan. Agar kau selalu mengingatNya.

Semua kegagalan itu bukan membuatku kecewa. Karena aku tak berharap apapun jua. Tapi nyatanya aku salah.. kau tak pernah bisa mengerti makna tersirat dibalik pemberianku itu.. sudahlah tak perlu lg mengusiknya.

Tidak... Jangan pernah salahkan apa yang telah terjadi.
Semuanya adalah proses pendawasan yang harus dihadapi.
Kita samasama menyadari hal itu, aku tahu. Kita sama sama menginginkan yg terbaik untuk satu sama lain, karena bagaimanapun juga kita di masa lalu, tetap adalah sebagai teman.


Sejak lama kita telah mengakui kesalahan masing-masing. Tetapi ego kita selalu lebih besar tuk berdamai layaknya teman2 lain dengan masa lalu yg telah terlewati. Karena juga mengapa laki-laki dan perempuan juga canggung untuk memulai semua seperti sedia kala.

Maka, sebagai teman yg baik aku hanya akan selalu mengingatkanmu untuk melakukan hal baik untuk dirimu. Aku percaya kita akan baik2 saja ditengah kecanggungan diantara kita. Berdoa aja utk yg terbaik.

Jangan sama-sama saling menyakiti :) sudah cukup lembaran masa lalu saja kebodohan itu dtg berkali kali...

Jangan pernah datang jika hanya utk singgah sebentar dan pergi kembali. Sepertinya hal itu yg kerap kali ingin saling kita sampaikan, bukan?

0 comments:

Post a Comment