Thursday, May 29, 2014

apa kabar, kamu?

entah. setiap kali pulang ke rumah aku kembali mengingatmu. karena itulah sebenarnya aku enggan untuk pulang. enggan untuk mengingat bayang2mu lagi.

walau kutau sebenarnya ini semua hanyalah salahku semata. disaat semuanya telah terasa baik2 saja, aku egois. aku merusak segalanya yg telah kita tata ulang untuk menghapus semua kesalah fahaman diantara kita sebelumnya. tapi kini semuanya telah rusak kembali. maafkan aku. aku hanya tak sanggup bersikap wajar kembali padamu.

mungkin aku masih butuh waktu. tapi aku akan berusaha bersikap normal kepadamu. mungkin aku yg lalu adalah aku dengan segala kekanakanku. aku yg seolah-olah kuat tapi rapuh dari dalam. sekali lagi maafkan aku, walaupun aku tak mengharapkan kamu akan memaafkanku seutuhnya.

aku tak ingin menyakiti salah satu dari kita lagi. mungkin memang jalan yang terbaik adalah seperti ini. kita membutuhkan waktu tuk saling sendiri.

aku sadar egoku terlalu berlebihan. aku menyayangimu terlalu dalam sampai mengganggu kehidupanmu seperti yg tlah lalu. tanpa sadar aku mengulangi kesalahan yg tlah kuucap janji takkan mengulangnya lg. aku terlalu terobsesi denganmu sampai ku tak menyadari akupun memiliki kehidupanku sendiri. kehidupan yg seharusnya bisa kuatur dengan baik.

aku yakin kau masih ingat janjiku kepadamu. aku akan berusaha lebih baik lagi untuk diriku sendiri. semoga kaupun bahagia dengan jalan hidupmu.

sudah kubilang tak usah kau menyuruhku pergi dari kehidupanmu. aku yang akan keluar dan menguncinya. aku akan menepati itu. tak perlu kau menyuruhku melupakanmu. karena sungguh kau takkan pernah bisa hilang dari benakku.

yang kulakukan sekarang adalah mengikhlaskanmu. menghilangkan keangkuhan dan egoku atasmu.

sekali lagi terimakasih untuk semuanya. secara tidak langsung semua kejadian ini akan mendewasakanku. terimakasih atas waktu 2 tahun atas keputusan itu aku akhirnya berhasil untuk memadamkan perasaan ini dan mengontrol diriku sendiri. bahwa tak selamanya yg kita inginkan akan berjalan sesuai kehendak kita, bukan?

Aku harap kita bisa kembali menghargai keputusan masing-masing. Aku cukup bahagia dengan melihatmu bahagia. Kuharap begitupun sebaliknya. Jalani kehidupan masing-masing seperti yg dr awal telah kita kuatkan bersama untuk mendukung satu sama lain... Berbahagialah, maka aku akan bahagia atas kebahagiaanmu :)
from someone, who still caring you

2 comments:

  1. Jika kau masih mengingatnya hingga membuatmu malas pulang maka itu berarti kau belum berhasil memadamkannya, Rin. :)

    ReplyDelete
  2. Haha.. tp saat pulang kemarin aku berhasil membuktikan sm diriku sendiri kalau aku udh bisa berdamai dengan masa lalu ko jan._.v Sekarang aku udh bisa anggep dia sama seperti temen2 cowo aku yg lain. Senangnya~

    ReplyDelete