Friday, December 27, 2013

curhatan seorang yg sedang kehilangan mimpi



Hey bloggie.. Lama tak berceloteh kepadamu. Sudah sejak lama aku ingin berkeluh kesah disini, tapi memangnya itu dapat merubah apa? Tapi aku sadar.. aku memang hanya ingin menumpahkannya lewat tulisan, selain lewat tetes air mata :')

Sudahlah, aku hanya ingin sejenak menuliskan unek-unekku yang tak tahu ingin kucurahkan kemana lagi selain lewat aduan doa pada Sang Ilahi. Akhir-akhir ini aku sering merasa kehilangan sosok diriku sendiri. Aku tenggelam dalam ketakutanku yang tak beralasan. Aku merasa terlalu lemah untuk menyongsong diriku menuju masa depan.

Hey, manusia apa aku ini? Rasanya aku selalu ingin bersujud kepadaNya, meminta kekuatan untuk menghadapi setiap hariku. Makhluk yang kecil ini ingin selalu menyebut namaNya, agar ia selalu memberi jalan terbaik di setiap langkahku. Aku butuh berpegang pada hal yang menuntunku dengan kedamaian. Aku merasa ketakutan dengan semua pikiranku sendiri.

Memang masa-masa untuk kekanakan seharusnya sudah berakhir setelah kelulusan dari sekolah. Memulai lembaran baru di masa perkuliahan dan menjadi sosok yang lebih dewasa, agar dapat membantu orang tua. Sejujurnya aku malu belum bisa menjadi anak pertama yang dapat membanggakan. Justru aku merasa sering merepotkan banyak orang.

Aku heran.. Apa yg terjadi dengan diriku ini? Kemana motivasiku yang menggebu-gebu dulu? Mengapa semua hilang dan menguap setelah aku menginjakkan kaki di tempat baruku ini? Kenapa diriku terlalu penakut melihat sosok lain yang terlihat sangat hebat. Apa yang salah dengan diriku? Hey, mental.. tolong perbaiki dirimu itu.. Aku tak mau larut dalam keadaan seperti ini. Sudah 3 bulan berlalu..Aku tak ingin ketakutanku terjadi. Aku harus bisa melewati semuanya dengan baik. Aku tak ingin mengecewakan orang-orang yang telah memberikanku kepercayaan, terutama kedua orang tuaku..

Kenapa memberi motivasi kepada orang lain begitu mudah, tp tak mempan pada diriku sendiri? Aku maluu.. Kemana rini yang bisa ceria saat bersama teman-temannya dulu. Sekarang rini gak lebih dari mahluk bertampang datar yang gak bisa berbaur dengan lingkungan. Seseorang yang hanya tersenyum simpul saat yang lain tertawa lebar. Tapi masih ada rini cengeng, yang selalu menangis disaat merasa sendirian. Nampaknya aku kembali terjebak di zona nyamanku saat lampau (diam dan larut dalam kesepian).

Harusnya tak perlu aku ulangi, saat-saat yang dulu, aku menutup diriku dari orang-orang sekitar dan menciptakan dunia baru sendiri. Aku bukan anak kecil lagi. Waktuku semakin singkat untuk merasakan keindahan dunia ini..

Dan, pada akhir postingan ini aku ingin menyampaikan sesuatu. teruntuk seseorang yang tak perlu kusebut namanya. Aku masih dengan keras kepalanya akan mempertahankan perasaanku ini. Aku malu akan janjiku padamu Mr. Y. Kau sosok yang aku ingin bisa selalu menjadi bagian penting dalam hidupku, tapi apakah aku pantas untuk itu?

Aku pernah jatuh saat kehilanganmu, lebih tepatnya saat mencoba lepaskanmu. Mungkin hal yang sama juga terjadi padamu. Aku pernah merasa teramat sakit saat kau minta aku mencari penggantimu. Namun, setelah itu semua, sosokmu kembali dan kita bisa menjadi teman selayaknya tak perah terjadi apapun sebelumnya. Aku sungguh bahagia mengenalmu :)

Tapi lagi-lagi dengan keegoisanku aku ingin mencoba pergi untuk beberapa waktu. Walaupun ini sama artinya menyakiti perasaanku sendiri, tapi aku rasa aku perlu menata kehidupanku. Aku juga gatau apa keputusanku ini juga akan menyakitimu, maafkan aku, sudah terlalu sering aku merepotkanmu..

Aku tak tahu apa disaat yang akan datang kita bisa dipertemukan oleh takdir kembali. Aku terlalu terobsesi denganmu, sampai-sampai aku selalu takut kehilanganmu. Kali ini, aku bukan ingin lari darimu, tapi aku ingin mencoba mengontrol perasaanku sendiri. Sepertinya aku memang harus membekukan semuanya, agar aku merasa tenang dan fokus dengan tujuanku membahagiakan kedua orangtuaku, sama sepertimu. Dan aku akan terus berusaha memantaskan diri untukmu.

Hanya bisa kukirimkan doa untukmu, lanjutkanlah hidupmu dengan kebahagiaan. Songsonglah mimpi-mimpimu. Jaga dirimu baik-baik. Dan, tolong jangan pernah ragu menghubungiku kalau kamu memang butuh bantuan atau tempat u/ bercerita, walaupun aku tak bisa membantu banyak.

Ahh.. kenapa tetes air mata selalu mudah u/ bergulir disaat kesedihan menyelimutiku. Tapi aku harus mampu melewati semuanya.

Dan yang aku tahu aku harus mencintai tempat baruku. Mungkin itu yang belum bisa kulakukan dengan baik, sehingga belum merasa nyaman di dalamnya. Aku harus berusaha lebih keras :')

0 comments:

Post a Comment