Friday, April 19, 2013

selesaikah perjuangan? BELUM!

sebenernya repost ini bakal lebih greget dipost sebelum menghadapi UN, tapi baca tulisannya pun baru H-3 dan saya ga sempet untuk langsung repost. jadi ya, sekarang bakal saya kutip beberapa bagiannya aja. kalo baca full-nya bisa langsung buka sumber aslinya. cekidot~

reposted from: http://rizkydeaa.tumblr.com/post/46639616476/lintasan-lari-yang-akan-ku-menangkan

“….. Tak ada sebuah kemenangan yang bisa didapat hanya dengan anda terkurung didalam kenyamanan.”


Meraih Mimpi berawal dari meninggalkan Zona Nyaman.

Simpelnya begini, bagaimana mungkin kamu bisa bikin air panas di panci sementara kamu saat menunggu air itu menjadi panas, kamu malah enak-enakan tidur-tiduran di kasur.

Yang ada, airnya akan habis ketika kamu lupa mematikan kompor dan pancinya akan gosong karena terlalu lama di atas api.

Atau kamu lagi bikin mie instant, kamu pasti rebus dulu mie-nya kan.

Nah, kamu pengen banget makan mie yang enak. Yang sesuai dengan apa yang kamu pengen.

Tapi, kamu malah enak-enakan main games setelah kamu men-cemplung-kan si emih ke dalam air panas.

Yang ada, mienya bakal “mblotong” atau “terlalu matang” atau “kelembekan”, ya intinya, hasilnya tidak seperti apa yang kamu mau. Kamu gagal memasak mie.

Nah, sama halnya seperti Meraih Mimpi. Meraih Mimpi, tak ada yang Instant.

Masak air& Membuat Mie juga harus ada tahap-tahapnya,kan? Ga bisa leha-leha,kan? Itupun jika kamu mau air panasnya panas seperti yang kamu inginkan, dan mie-nya matang sempurna seperti apa yang kamu ingin makan.

Seseorang yang terjebak di zona nyamannya mereka tak akan pernah bisa mengantongi kata “Sukses”/”Berhasil Meraih Mimpi.”.

Bagaimana mungkin seorang pengangguran yang notabenenya tidak memiliki penghasilan, tidak memiliki pekerjaan, bisa memiliki “Upah” yang lebih banyak dari seorang yang hanya menjual pepaya di terik matahari?

Tentu, “Upah” yang dimiliki akan lebih besar si Penjual Pepaya dibanding pengangguran. Nah, masuk akal kan?

Masak mie/masak air juga tidak bisa kalian tinggal tidur-tiduran kan?

Sama seperti Meraih Mimpi. Kalau kalian lengah sedikit dan mengutamakan kenyamanan kalian drpd terus “mantengin” (bilang saja Usaha), ya kalian tak akan dapatkan Mimpi yang kalian inginkan.

Meraih Mimpi itu adalah 1% keberuntungan+99% kerja keras.


Sebuah cerita.

Ingatkah kalian cerita tentang Kura-Kura dan Kelinci yang berlomba lari? Ingatkah kalian siapa yang jadi juaranya?

Ceritanya…

Hiduplah seekor kelinci yang terkenal dengan larinya yang sangat cepat. Namun, kelinci sangat sombong. Kesombongan kelincilah yang akhirnya membuat si kura-kura itu menantang kelinci untuk berlomba lari.

Kelinci tertawa mendengar penawaran kura-kura itu. Dengan sombongnya, ia mengejek bahwa kura-kura tak akan menang.

“Jelas saja aku yang menang. Lariku kan cepat. Kau jalan saja lambat.” Ejek kelinci.

Hari demi hari menjelang lomba lari itu tiba, kura-kura sangat giat berlatih. Ia bahkan berlatih tanpa kenal istirahat. Ia tau dirinya lambat, maka dari itu ia terus berlatih dan berlatih.

‘Kalau aku tau aku tidak bisa, namun aku tak membuat diriku bisa, aku terang-terangan sudah kalah.” Ujar kura-kura disela latihannya.

Disaat waktu luang, kura-kura hanya berdiam diri di pinggir danau untuk mengisi kembali tenaganya. Kura-kura sangat disiplin. Ia memberi jatah waktu untuk ia beristirahat. Setelah jatah waktunya habis, ia akan kembali berlatih.

Tetangga si kura-kura pun terheran-heran dengan sikapnya. Mereka memberitahu bahwa tidak baik memaksakan diri. Kura-kura hanya tersenyum.

“Aku tidak memaksakan diri. Aku hanya membiasakan diri untuk disiplin.” Jawab kura-kura sambil tersenyum.

“Lagi pula, aku sudah memberi jatah waktu untukku beristirahat. Aku harus disiplin.

“Hanya kedisiplinan-mu yang akan menyelamatkanmu dari Kegagalan.

“Karena kedisiplinan itu yang akan membawaku meraih Mimpi yang aku inginkan.” Ujarnya lagi.

Sementara, kau tau apa yang kelinci lakukan?

Kelinci juga rajin berlatih kok. Tapi saat kelinci punya waktu untuk beristirahat, ia “keenakan” istirahat. Contohnya, saat setelah kelinci berlatih memutari lapangan bola, ia pun beristirahat.

Ia duduk di pinggiran lapangan bola sambil meminum minumannya. Setelah kelinci merasa ia sudah cukup beristirahat, ia bukannya melanjutkan istirahatnya, tapi malah tidur-tiduran sampai… kelincipun pada akhirnya ketiduran. Saat ia bangun, hari sudah gelap. Tak mungkin ia berlatih digelap seperti itu. Pada akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat.

Hal itu berulang berkali-kali. Bahkan dalam jangka waktu beberapa hari, ia tak pernah berlatih berlari dengan alasan “Aku lelah. Aku butuh istirahat.” Tapi disaat dia harusnya benar-benar istirahat, ia malah berlatih berlari sampai pada akhirnya ia kelelahan sendiri.

Apalagi mendekati waktu lomba lari itu akan diadakan. Kura-kura semakin giat berlatih dan memasang strategi bagaimana ia akan berlari dengan cepat dan tepat. Kura-kura makin cepat berlari. Kura-kura tak pernah mengeluh betapa pegal kakinya dan berapa banyak goresan luka di telapak kakinya akibat terlalu sering mengacuhkan batu-batu di lintasan tempat ia biasanya berlatih.

Hari perlombaan itu tiba. Kelinci dengan percaya dirinya datang lebih dulu di tempat perlombaan sebelum kura-kura tiba.

Saat kura-kura tiba…

“Halah, kau datang ke tempat ini saja lambat. Bagaimana kau akan berlomba lari denganku?” ejek kelinci.

Kura-kura hanya diam saja dan tersenyum. Ia memasuki garis Start dengan tenang..

Perlombaan laripun dimulai.

1….2…..3…………………. !!!

Kura-kura dan kelincipun berlari. Ternyata, kelinci berlari lebih cepat dari kura-kura. Saat kelinci entah sudah sampai dimana, kura-kura baru lari beberapa meter dari garis start.

Kura-kura tetap tenang. Kura-kura tetap berlari semampunya, sekuat tenaga yang bisa ia keluarkan. Kura-kura berlari di jalurnya. Ia tak pernah sekalipun memiliki niat untuk menggunakan jalur alternatif padahal ia sendiri tahu bahwa jalur itu akan membawanya cepat melaju menuju garis finish.

Tetap saja ia tak berniat menggunakannya, ia takut akan “Jebakan” yang ada di jalur itu.

Hal yang berbeda terjadi pada kelinci. Sejak awal ia memang berinisiatif untuk menggunakan jalur alternatif itu untuk mengalahkan kura-kura dan memenangkan pertandingan.

Sayang sekali, kelinci tidak tau bahwa jalur alternatif itu sengaja diciptakan oleh juri untuk menjebak peserta lari. Ada saja jebakannya.

Kelinci selalu “Zonk”. Terkena “jebakan” di jalur A, jalur B, dan jalur X.

Kelincipun terseok-seok karena luka yang ia dapatkan hampir diseluruh badannya. Iapun memilih untuk beristirahat di bawah sebuah pohon.

Saat kelinci sedang duduk di bawah pohon, kura-kura berlari dihadapannya. Kelinci melihat kura-kura berlari sangat tenang, tak terlihat adanya luka seperti apa yang ia alami.

Kelinci ingin sekali menyusul kura-kura, tapi apalah daya. Luka-luka disekujur tubuhnya membuatnya tak mampu untuk berlari.

Tiba-tiba ia teringat akan jalur alternatif terakhir yang bisa membawanya sangat cepat menuju garis finish.

Dengan tertatih-tatih, kelinci bangkit dan berjalan menuju jalur alternatif terakhir itu.

Pada akhirnya, Kelinci melihat garis Finish tepat dihadapannya dan melihat kebelakang. “Kura-kura jauh dibelakangku. Haha.” Ucapnya dalam hati.

Akhirnya, Kelinci menjadi yang pertama mencapai garis finish.

“HORE AKU MENANG. RASAKAN KAMU,KURA-KURA. KAMU KALAH.” Sorak kelinci memamerkan kemenangannya.

Kura-kurapun tak peduli dan tetap melanjutkan sampai ia akhirnya tiba di garis finish. “Aku sampai.” Ujar kura-kura.

“…DAN PEMENANGNYA ADALAH……………………. KURA-KURA! SELAMAT!” ucap Juri perlombaann lari.

Kura-kura dan kelinci sangat terkejut. Apalagi kelinci, ia sama sekali tak terima kura-kura yang menang. Ia meminta para juri memberinya alasan mengapa ia tak menjadi pemenang.

Ternyata….

“Maaf bung kelinci. Yang kami lihat di perlombaan ini bukanlah siapa yang lebih dulu sampai ke garis finish. Yang kami lihat adalah siapa yang paling bekerja keras dan berlatih dengan bersungguh-sungguh sebelum perlombaan ini dimulai.

“Mungkin bung kelinci tidak menyadarinya. Bahwa kami, juri, dengan diam-diam selalu memperhatikan setiap perkembangan peserta kami. Kami selalu melihat apa-apa saja yang peserta usahakan untuk menjadi yang terbaik di dalam lomba ini.

“Kami melihat, siapa yang selalu berleha-leha tapi menginginkan gelar juara hanya dengan bersantai-santai. Kami melihat siapa yang rela berdarah-darah saat latihan hanya demi mengikuti perlombaan ini dengan maksimal.

Maaf bung kelinci, tapi anda seharusnya tahu, tak ada sebuah kemenangan yang bisa didapat hanya dengan anda terkurung didalam kenyamanan.”

“Dan..

Kami juga melihat siapa yang jujur diantara peserta. Siapa yang tetap berlari di jalan yang benar. Siapa yang menggunakan jalur alternatif, kami pun tau. Kami tak membutuhkan seorang pemenang yang memiliki sikap tak mau berjuang. Kami tak butuh seorang pemenang yang tak mau berlatih dengan sungguh-sungguh.

Kami tak ingin memiliki pelari profesional dengan mental bobrok seperti ini. Pemenang lomba lari ini akan diikut sertakan dalam lomba lari tingkat yang lebih tinggi. Saya tak bisa bayangkan bagaimana jika anda yang benar-benar menjadi pemenang dan saya saya ikut sertakan dalam lomba itu. Yang ada, anda akan di eliminasi karena kecurangan-kecurangan anda.” Ucap Juri panjang lebar.

Ucapan Juri itu cukup membuat kelinci terduduk lemas dan tak tahu harus berkata apa…

Kegagalan yang ia dapatkan adalah murni kesalahannya sendiri.

----------------------------------------------------------------------------------

itu sedikit kutipan aja. over all, nyeritain kisah kelici dan kura-kura versi si penulis, dengan pengalamannya selama menjadi murid kelas 12. menurut saya meaningful abis, ditulis dengan gaya yang 'very wise' sampai pas saya ngebacanya langsung motivasi menggebu-gebu. haaft, Tuhan itu Maha Adil, jadi usaha dan kerja keras kita pun gak akan sia-sia selama kita hanya percaya kepada kekuasaanNya :))

Ujian Nasional udah berakhir. terlewati dengan usaha semaksimal mungkin, jadi sekarang cuman bisa berdoa aja semoga hasilnya memuaskan untuk perjuangan selama 3 tahun ini. semoga ke depannya bisa mendapatkan jalan terbaik. uwooo, deg-degan mendekati perjuangan untuk tes selanjutnya dan juga pengumuman" atas yg udah terlewati. wish me luck O:)



0 comments:

Post a Comment