Thursday, August 2, 2012

welcome august :)

hey blog! long time no see. hhe, maafkan lah pemilikmu ini karena jarang meng-update mu, dengan postingan terbaru. well, ga kerasa sekarang udah menjalani rutinitas jadi kelas 12. sedih juga rasanya udah ga punya kaka kelas, ga ada senior yang standbye dengerin curhatan kita di sekolah mengenai guru, organisasi, dll. ckck, sekarang gantian jadi pendengar yang baik buat adek kelas.

sekarang... ngebahas apa ya? mampang artikel yang saya dapet dari masukitb.com ajadeh.. check this out~

Yang Perlu diketahui Menjelang Kuliah : Perbedaan Kuliah - Sekolah

Setelah lama tidak online di masukitb.com, saya akan memaparkan lagi apa yang saya ketahui melalui tulisan ini. Mengapa memilih judul diatas? karena memang itulah yang akan saya paparkan disini karena "perlu diketahui" beberapa hal yang menurut saya penting jika nantinya kalian menjadi mahasiswa ITB, ga mesti di ITB, menurut saya nantinya ini juga bisa berlaku jika kalian mungkin tidak kuliah di ITB.

  • Dosen tidak sama dengan Guru
Oke, ini bagian yang penting dan vital. Masih banyak mahasiswa baru yang menganggap dosen sama dengan guru. Mengapa saya berani berkata demikian? karena saya sering mendengar kuliah adik-adik saya yang baru masuk ITB mengenai performa dosen mengajar di kelas. Kata mereka antara lain "kok ga jelas neranginnya", "udah masuknya telat, cuman suruh baca lalu kasih tugas", "wah masa bab ini jelasinnya cuman dikit?", dan suara-suara serupa lainnya. Menurut saya pribadi, dalam kasus demikian memang dosen ada salahnya, tapi menyalahkan ketidaktahuan kita dengan materi kuliah terhadap dosen itu juga salah. Dosen itu tidak seperti guru. Perbedaan terletak pada peran dan cara mentransfer ilmu. Peran dosen ibarat kata bisa disebut sebagai manager. Iya manager. Layaknya manager artis, kalianlah artisnya. Manager bertugas mengatur jadwal show, order, honor show, dll. Sama juga dengan dosen yang mengatur nilai ujian kalian, kapan kalian ujian, sampai dimana pemahaman materi kuliah. Dosen tidak peduli anda sudah belajar atau belum (kalaupun peduli beruntunglah karena itu jarang sekali).
Dari segi transfer ilmu pengetahuan, dosen bukan satu-satunya sumber ilmu. Tidak seperti guru. Anda hanya tinggal duduk catat dengar ketika di sekolah. Tapi di kuliah anda tidak bisa bertindak minimalis begitu. Selain masuk kelas, anda juga harus membaca sendiri materi kuliah, latihan sendiri. Tatap muka hanyalah ajang "penyetaraan" apa yang anda mengerti di rumah/kosan dengan apa yang dosen tahu. Kalau hanya mengandalkan masuk kelas saja, itu juga masih kurang, karena biasanya materi kuliah yang banyak tidak ter-cover semua dengan pertemuan di kelas, jadi mau tidak mau anda harus belajar mandiri.
saya sarankan untuk membaca artikel ini : Redefinisi Makna Kuliah
  • SKS dan Silabus
Bagi yang belum tahu, SKS adalah Sistem Kredit Semester. Setiap mata kuliah mempunyai bobot SKS tersendiri. Biasanya tingkat urgensi kuliah itu bisa dilihat dengan besarnya SKS kuliah tersebut. Jadi pentingkanlah kuliah yang 4 SKS daripada yang 2 SKS karena begitu penghitungan Indeks Prestasi (IP), mata kuliah ber-SKS besar sangat berpengaruh kepada IP anda. Tapi dari angka 4 SKS, 2 SKS dsb itu apa sih artinya? kalau di ITB, sekali lagi di ITB (mungkin di kampus lain berbeda aturannya). Setiap 1 SKS itu setara dengan :
1 jam tatap muka di kelas (hadir di kelas) per minggu
1 jam tugas terstruktur per minggu
1 jam belajar mandiri per minggu*

*berdasarkan peraturan akademik ITB tahun 2008
Untuk mahasiswa TPB, sudah dipaketkan satu semester itu maksimal 19 SKS. Yang artinya apa? kalikan saja tulisan diatas dengan 19 yang berarti 19 jam per minggu masuk kelas, 19 jam per minggu tugas terstruktur, dan 19 jam per minggu belajar mandiri. Anggaplah kalian rajin masuk kelas tanpa bolos, tetapi dosen tidak pernah memberikan tugas kepada kalian, anda tetap ngutang 38 jam belajar. Tapi sekali lagi ini adalah idealnya. Penulis sendiri coba menerapkan hitung-hitungan ini, walau tidak bisa diikuti sepenuhnya, IP saya naik drastis lho! kalau ada yang nanya gimana ngatur waktunya, ga setiap orang sama ya caranya, saya yakin kalian punya cara sendiri-sendiri untuk mengatur waktu. Sebagai bahan renungan, kalau anda tidur 9 jam per hari, per minggu anda sudah tidur 63 jam. Masa waktu belajar kalah dengan waktu tidur??
Silabus apa sih? silabus itu bisa dibilang kurikulum tetapi versi praktisnya. Silabus berisi Keterangan kuliah, peraturan kuliah, jadwal kuliah, komposisi nilai (misalnya 40% Ujian, 15% Tugas, 10% absen, dsb), materi-materi kuliah, buku pegangan yang dipakai, dll. Silabus dapat dikatakan sebagai bentuk kontrak anda selama satu semester untuk mata kuliah tertentu antara anda dengan dosen. Silabus penting sekali karena dapat mencegah anda belajar yang semestinya tidak perlu dipelajari karena tidak bakalan masuk materi ujian. Kesalahan mahasiswa baru adalah silabus dianggap sebagai kertas bungkus gorengan, sekali baca langsung hilang (mungkin ini juga sering dilakukan oleh mahasiswa tingkat atas juga)
  • Jadwal Kuliah
Penting untuk mengatahui jadwal kuliah. Tidak hanya jadwal, pastikan teman-teman juga tahu dimana harus kuliah dan dapat memastikan tidak salah kelas. Berbeda dengan SMA, kuliah itu biasanya moving class, dari satu mata kuliah ke mata kuliah lain anda harus gerak dan berganti ruangan. Dan satu lagi, usahakan jangan telat. Memang ada beberapa dosen yang cuek anda mau datang telat, atau sekedar datang lalu isi absen lalu pulang, atau bagiamana. Tetapi ada loh dosen di ITB yang sangat marah sekali jika ada mahasiswa yang datangnya telat. Jika ditanya telat, jangan pernah menjawab alasan "macet", atau yang berbau menyalahkan orang lain. Pasti anda kena damprat lebih dalam lagi. Biar tidak telat, usahakan untuk mengukur waktu antara kosan sampai ke kampus. Bangun pagi adalah hal yang sulit dilakukan (percayalah).
Rajin-rajinlah melihat papan pengumuman, siapa tahu ada hal-hal tidak terduga misalnya kuliah dibatalkan (horay). Kan ga lucu kalau kalian datang ke kelas lalu sampai disana kelas kosong melompong hanya karena anda tidak membaca pengumuman. Untuk itu saya sarankan untuk memperbanyak teman-teman anda di kampus. merekalah yang membantu aliran informasi ke anda. Jangan jadi mahasiswa aneh yang tak punya teman, saya berani berkata justru mahasiswa seperti itu yang kebanyakan DO. bukan mahasiswa yang bodoh.

  • Kemandirian
Ini adalah hal terakhir yang bisa saya sampaikan. Mandiri ini yang bersifat segalanya. Mulai dari hal besar seperti mengatur keuangan sampai hal sepele seperti kapan membersihkan kamar kosan. Bagi yang berasal dari keluarga kaya, mungkin kehabisan uang bisa minta lagi jika mau, tapi bagi yang ngepas, anda harus pinter-pinter mengatur uang. Mencari jajan tambahan sangat memungkinkan karena jadwal kuliah yang tidak sepadat ketika anda SMA dulu. Asal jangan mengamen, please deh, mereka yang mengamen itu kebanyakan karena tidak bisa sekolah. Anda sudah kuliah, mempunyai kesempatan kuliah tetapi harus mengamen itu sangat berdosa sekali.
Mandiri dalam mengurus kamar kosan juga perlu. Kosan itu adalah rumah kedua kalian. Penting untuk dapat membersihkannya. Disinilah kemandirian anda dilatih. Jika anda malas membersihkan kamar kosan, percayalah penyakit yang datang ke kalian nanti. Bersihnya kamar kosan juga mempengaruhi mood untuk belajar loh, itu menurut saya. Gunakan weekend untuk membersihkan kamar, itu lebih baik :D

okelah, sekian isi artikel ini. mudah-mudahan dapat membantu adik-adik sekalian mengenai kehidupan mahasiswa baik di kampus maupun di kosan.
*END
huaaaft, pengen bikin postingan ngebahas universitas berikut prodinya. tapi mungkin di postingan berikutnya aja, biar bertahap infonya :p

see ya~

0 comments:

Post a Comment