Thursday, October 20, 2011

STORY

untuk memperbanyak postingan, saya pengen menampilkan beberapa bagian dari garapan cerpen, hmm, spoiler yaa!

Cinta, hm, apa itu cinta. Mungkinkah cinta itu semacam rasa menyayangi atau hanya sekedar ego. Orang bilang cinta dan napsu itu berbeda tipis, apakah ego dapat mengalahkan makna cinta yang sesungguhnya? Cinta yang tulus itu sekedar ingin orang yang dicintainya bahagia. Tapi apa harus dengan rasa memiliki orang tersebut?

Ku mengenalinya, melihatnya seakan tak asing bagiku. Tapi dia seolah tak menganggapku ada. Ku hanya terdiam dan mengamatinya, sampai kini ku tahu sekarang, dia pun telah memeperhatikanku.

Hey, siapa yang tidak senang diperlakukan seperti ini. Aku hanya bisa tersenyum setiap kali melihat tingkahnya itu. Salah tingkahnya justru membuatku semakin luluh melihatnya. Tapi aku sadar aku takut untuk membuatnya kecewa. Aku mengacuhkannya bukan atas kehendakku sediri, aku ingin sekali untuk selalu memandang dan menyapanya, tapi justru yang keluar hanya kata kata singkat dan ketus. Melihat ekpresinya aku kembali luluh dan merasa sangat egois. Dan saat aku mencoba membuka ruang untuknya, tanpa sadar dia telah mengisi rongga yang kosong. Jujur aku tidak ingin hanya memikirkan diriku sendiri. Tapi, aku terlalu takut saat dia pergi menjauh. Hanya itu.

Kalau kau tanya apa aku menyukaimu, tentu akan kujawab ya. Aku suka caramu tertawa, dan yang paling menyedihkan buatku adalah disaat aku takbisa melihatmu tertawa dan penyebabnya karna aku sendiri. Melihatmu bersedih hanya membuatku ingin menanggung semua bebanmu. Melihatmu merenung, aku hanya ingin mengetahui pikiranmu. Dan melihat senyummu, membuatku ingin tersenyum untukkmu.

Bagiku menyukai seseorang itu terkadang tanpa alasan. Mungkin karna sebuah rasa nyaman itu cukup membuatku menyukaimu. Sesederhana itu. Dan entah kenapa terbersit di pikiranku untuk membuat sebuah cerita yang terinspirasi darimu. Sungguh aku hanya ingin kau tahu perasaanku yang sebenarnya.

Mungkin kau akan mengira aku mengaharapkan kedekatan kita. Tapi asalkan kau tahu, justru aku ingin kita menjauh, agar aku hanya dapat memperhatikanmu tanpa harus kau menyadarinya.

Bagiku kau begitu asing. Kau seperti benda yang tak dapat kugapai, sehingga saat kau memandangku, aku pun seakan rapuh. Tapi sebenernya aku merasa tak bisa mempercayaimu, bagaimana tidak? Kadang aku merasa pemikiran kita sangat berbeda. Namun sekarang yang bisa kulakukan hanya berusaha mengetahui dirimu, dan mencoba memahami dirimu.


Pergi menjauh disaat kau ingin berada disisinya adalah hal tersulit untuk dilakukan.
Mengabaikannya disaat kau ingin tersenyum dan menghampirinya adalah hal yang terasa memuakkan.
Menyedihkan disaat kau melihatnya murung hanya karna perbuatanmu mengacuhkannya.
Menyakitkan disaat kau menjauh dan berharap dia menahanmu tetapi yang mampu dia lakukan hanya menatapmu.


*NO OFFENSE

2 comments:

  1. ahh Rin ini sangat menyedihkan. Benar-benar sangat menyedihkan. Pokoknya gue ga mau baca. Btw cerpen 'Mawarku' udah ilang dari komputer.

    ReplyDelete
  2. hiks hiks
    kau membuatku ingat padanya :')

    ReplyDelete