Sunday, January 2, 2011

share :)

haha, entah kenapa lagi semangat banget pengen tau cara ngirim naskah novel k penerbit. hehe, padahal novel garapan masih in progress

okee,
sekilas ada banyak pilihan penerbit, tp saya baru nemu info beberapa aja, langsung ajadeh d share disini :)

1. Gramedia Pustaka Utama

Ketentuan:
- Ukuran font 12pt dan spasi 1,5. Tema naskah bebas.
- Naskah lengkap (bukan cuplikan cerita) beserta sinopsisnya dalam bentuk printout yang sudah dijilid rapi.
- Tebal naskah antara 100-200 halaman.
- Sertakan bersama naskah Anda, data diri singkat.
- Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas. Fiksi/Nonfiksi. Remaja/Dewasa. Dll.
- Dapat dikirim ke :
PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Kompas Gramedia Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37
Jakarta 10270

Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi 53650110 ext. 3511
Atau via e-mail: fiksi@gramediapublishers.com

2. GagasMedia

Syarat umum:
- Panjang naskah 70 sampai 150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12
- Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi), sertakan sinopsis lengkap novelmu, plus form pengiriman naskah ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

info email: redaksi@gagasmedia.net

notes
oiya, sekilas tentang genre novel 'Teen Romance' [adapted from www.gagasmedia.net]

PLOT
Mulailah novelmu dengan hal-hal ringan. Bisa jadi tokoh cewek dan tokoh cowokmu baru bertemu. Bisa jadi juga mereka berantem dan saling benci sebelum mengenal satu sama lain lebih jauh. Terserah.
Buat pembaca bersenang-senang dengan plot novelmu. Jangan terlalu terburu-buru membuat tokoh-tokoh utamamu jatuh cinta, biaskan mereka menikmati perasaannya. Buai pembaca dengan pertemuan-pertemuan yang megesankan, kencan pertama yang canggung tapi berakhir menyenangkan, biarkan pembaca terbawa jauh ke dalam cerita cinta buatanmu.
‘Jadian’ memang ending Teen Romance pada umumnya, tapi bukan berarti kamu nggak bisa bermain-main dengan pakem ini. Ciptakan sub plot yang bikin penasaran atau tokoh-tokoh lain yang mendukung/menghalangi cinta mereka. Jadi, biarpun sudah kebayang ceritanya bakal berakhir bahagia, buat pembacamu ketagihan untuk terus membaca sampai halaman terakhir.

KARAKTER
Dunia sekolah dan kuliah adalah fokus utama Teen Romance. Usia tokoh utama di novel ini biasanya berkisar antara 18-24 tahun. Sedangkan untuk tokoh pendukung, pilih yang mewakili dunia di sekitar tokoh utama. Bisa jadi kepala sekolah, mantan, tetangga, orangtua, teman-teman, atau malah musuh bebuyutannya.
Tokoh cowok di Teen Romance biasanya ganteng... tapi jangan buat dia jadi sempurna. Ciptakan karakter yang punya kelemahan, entah itu ketakutan pada hal tertentu, trauma, kebencian, dan dendam. Kekurangan membuat si tokoh terasa nyata.
Meskipun Teen Romance pada dasarnya adalah cerita cinta, pembaca ternyata lebih fokus pada bagaimana akhirnya si tokoh cewek mendapatkan cinta cowok idamannya. Jadi, pikirkan baik-baik tokoh utama cewek di novelmu. Lakukan riset kalau perlu.
Jangan terjebak di klise ‘cewek tomboy’ dan ‘cewek feminin’.
Tokoh cewek yang sempurna akan membuat pembaca sulit bersimpati karena cewek seperti ini biasanya dianggap mudah mendapatkan segalanya.
Dalam fiksi, baik tema maupun karakter memiliki fokus perhatian yang sama besarnya. Tapi, di Teen Romance, daya tarik sesungguhnya terletak di seberapa meyakinkannya tokohmu mewakili dunia remaja saat ini. Jadi, sebelum menulis, pastikan kamu sudah memiliki bayangan jelas tentang gaya hidup remaja, apa yang sedang mereka gandrungi, tontonan dan game favorit, hobi, dsb. Pelajari cara mereka bicara dan masalah yang sedang mereka hadapi.

LAIN-LAIN
Hati-hati dengan klise. Pacaran dengan anak band dan anak basket bukan hanya ‘biasa’ banget di Teen Romance, tapi juga kemungkinan sudah banyak dipakai penulis lain sebelumnya. Mulailah riset dan temukan ide-ide menarik untuk novelmu. Majalah remaja adalah salah satu sumber yang bagus untuk menggali ide.
Teen Romance biasanya ditulis dari sudut pandang orang pertama atau orang ketiga, tapi beberapa novel bagus malah menggunakan sudut pandang orang kedua. Pilihlah yang menurut kamu paling cocok dengan gaya berceritamu.

2 comments:

  1. follow balik ya sist :) thx :*

    anw, nice info sist ;)
    suka nulis juga ya?

    ReplyDelete
  2. okee :D

    sama-sama.
    iyaa, suka, tp masih pasif nih, terhambat banyak halangan. hhe.

    ReplyDelete