Thursday, September 9, 2010

MORNING LIGHT


Judul: Morning Light
Penulis: Windhy Puspitadewi
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 175 halaman
ISBN : 978-979-780-433-6

Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari, hanya melihat pada dia: matahariku. Aku mengagumi kedalaman pikirannya, caranya memandang hidup- malah, aku mati-matian ingin seperti dirinya.

Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri. Aku bahkan mengabaikan suara lirih dari dasar hatiku.

Devon, Sophie, Julian, dan Agnes, empat sekawan yang saling mendukung satu sama lain. Di satu sisi mereka mempunyai sebuah kesamaan: menjadi bunga matahari yang selalu mengejar matahari. Mengejar bayang-bayang sampai mereka lelah dan bertanya-tanya Apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicintai?

Devon, teman sepermainan Sophie, mempunyai obsesi menjadi pemain sepakbola nasional, sama seperti ayahnya. Tapi apakah itu semua hanya karena tuntutan 'satu-satunya anak laki-laki di keluarga'?

Sophie, anak tunggal dari Renata Adhyaswara, ingin menjadi seorang penulis besar seperti ibunya, tetapi akhir-akhir ini tulisannya menjadi tak bernyawa. Apakah benar ia menginginkan menjadi seperti mamanya? Ataukah memilih menekuni bidang yang membuatnya tersenyum, fotografi.

Agnes, seorang pindahan dari Jakarta, karena sebuah kecelakaan yang menimpa kakaknya dan membuat dia menjadi anak tunggal. Selama tiga tahun dia selalu merasa dibayang-bayangi oleh kakaknya, Jessica yang cerdas, Jessica yang akan menjadi dokter seandainya kecelakaan itu terjadi, Jessica yang disayangi Mama.. sedangkan Agnes hanya bisa selalu tersenyum di depan semua orang dan membuat masakan yang selalu dipuji kelezatannya.

Julian, orang yang selalu ada disetiap Agnes membutuhkan pertolongan, membutuhkan orang yang mengerti dirinya. Namun Julian sendiri tak cukup mengenali dirinya sendiri. Mungkin dia memang pintar seperti ayahnya yang Guru Besar, maupun kakaknya, Daniel yang super jenius. Dia selalu berusaha melebihi prestasi Daniel yang segudang, tanpa menyadari ketertarikannya pada sejarah..

Morning Light, cerita tentang persahabatan yang saling mengisi dan juga tentang obsesi yang mengisi para remaja. Novel ini bisa membukakan mata kita akan arti cita-cita sepenuhnya, bukan apa yang orang inginkan untuk kita, tapi apa yang kita harapkan dari diri kita.

Comment:

*thumbs up*
ga akan pernah nyesel kalo baca novel windhy puspitadewi. selain itu di setiap novel.n pasti dicantumin kata-kata mutiara. itu salah satu ciri khas yg paling saia suka !! setelah baca novel ini, kita dituntut untk belajar memahami diri kita lebih baik lagi...

''Knowing others is intelligence;
Knowing yourself is true wisdom.
Mastering others is strenght:
Mastering yourself is true power.''

[Lao Tzu]

A true friend knows your weakness but shows you your strenght; feels your fears but fortifies your faith; sees your anxieties but free your spirit; recognize your disabilities but emphasizes your possibilities.''
[William Arthur Wards]

2 comments:

  1. aku senang, bisa di kasih hadiah novel ini sama sahabat ku :)
    lihat dari judul ceritanya + cover nya pengen cepat2 baca :D

    ReplyDelete
  2. wahh, baik banget tuh sahabat kamu..
    ceritanya juga oke banget lho.. hhe

    ReplyDelete