Thursday, April 16, 2009

LABIRIN YANG RAPUH

Lelah berdiri..
Menapak pada pijakan yg tlah merapuh..
Menanti hal yg tak kunjung datang..
Merenungi semua yg tlah terjadi..

Bosan kembali menyergap..
Membuat bayang bayang itu semakin jelas..
Berpendar dalam keremangan malam..
Sunyi di antara cahaya bintang..

Rembulan kini menjadi saksi..
Tempat ini tlah berhenti..
Lorong kembali terbuka..
Menguak semua lebih dalam lagi..

Hening semua terdiam..
Tak perlu ada lagi yg dijelaskan..
Fakta pahit tlah terbongkar..
Racun hitam pekat menaunginya..

Musnahkan semua di depan mata..
Tak ada yg bisa di pertahankan..
Air mata menitik kembali..
Mengucapkan selamat jalan..

Hancurlah semua yg tlah di bangun..
Puing puing yg tersisa tak berguna lagi..
Apa masih bisa di manfaatkan..
Semua jurang ini tersusun..

Lereng itu tak berakhir..
Menyimpan berjuta kejutan..
Didalamnya lebih banyak lagi..
Semua ini akan terjelaskan..

Teriakkan nama itu..
Ledakkan bongkahan batu besar..
Pertahan lama tlah hancur..
Menyisakan kenangan baru..

Rasanya itu akan berakhir..
Tapi begitu sulit tuk dijelaskan..
Sebuah kata yg tak bisa keluar..
Tertahan dan terkunci rapat..

Seperti labirin menyesatkan..
Berbisa layaknya gigitan ular..
Air itu kembali mengalir..
Pagi hening menyergap danau itu..

Embun itu tak kunjung habis..
Masalah pun datang silih berganti..
Buku kusam ini harus di bakar..
Agar tak menyisakan luka hitam lagi..

0 comments:

Post a Comment