Sunday, January 20, 2019

Belajar Pasar Modal Syariah

Balada masa kini ketika #10YearsChallenge bahas masalah finansial, kenaikan harga yang fantastis tak lain dan tak bukan efek inflasi juga sih. Linier kenaikan harga emas, tanah, de el el melonjak naik. Investasi digadang bisa dijadikan penyelamat dibanding tabungan.

Sejujurnya saya sudah berusaha menggali informasi sejak dahulu kala, tetapi agak ragu masuk ke ranah pembukaan rekening Sekuritas dan pembelian Saham dikala harus penempatan di daerah nan pelosok yang aksesnya minim (monmaap bukan curhat si). Namun sejak dapat info pembukaan akun Indo Premier sudah bisa full online (kaya kemudahan akses Bareksa) saya jadi menimang-nimang kembali. Maklum ya saya baru mulai beli Reksadana Pasar Uang dengan nominal gak seberapa yang penting aman-aman aja.

Yang bisa di highlight mungkin referensi bacaan di bisnis.com dan kontan.co.id maupun join komunitas di Stockbit, Investor Muda, Investor Saham Pemula (ISP) dsb bisa menambah bayangan dan amunisi edukasi terkait terjun langsung di lika liku pasar modal ini. Tambahan buat kamu yang mau pilih Emiten Syariah juga bisa menandai DES (Daftar Efek Syariah), utamanya yang termasuk ISSI maupun IJJI

Buku-buku bacaan pun sudah banyak beredar sih, buat lebih meyakinkan lagi bisa ikutan Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diadain di Kantor Perwakilan BEI di sekitar domisili. Buat mencari sektor mana yang ingin didanai, terdapat pilihan: Consumer, Mining, Misc Ind, Finance, Infrastruc, Agri, Trade, Property, and Basic Ind.

Tips mengelola portofolio ketika udah punya pendapatan tetap sendiri: sisihkan dana darurat (nominalnya bisa ditentuin sendiri minimal 6x pengeluaran sebulan buat aku), alokasi buat invest bisa diversifikasi produk: P2P, maupun yang dijamin pemerintah (Sukuk ini rekomedasiku)

Keep focus untuk budgeting dan kontrol daily cost dan other expense (setelah mengeluarkan 2.5% hak orang lain) ini jangan sampai melebihi 50% pendapatan ya terutama firstjobber yang terkadang kesulitan manajemen keuangan, nih karena kebanyakan maunya ini itu (specially me :p)..

Lebih lanjut bakal saya bahas kalo udah bener-bener nyemplung deh kaya biasa, jadi bisa kasih rekomendasi lebih lanjut seperti apa. Thanks for reading~ 

Friday, January 4, 2019

Aku (yang) banyak maunya

-Kita seringkali sebenarnya telah tahu suatu informasi, tetapi terkadang malah mengabaikannya.-

Jengjeng.. buat individu seperti saya yang doyan ini itu dan banyak maunya, sebenernya seringkali udah baca banyak referensi terkait sesuatu yang pengen dipelajarin, utamanya yang menarik untuk dikembangkan atau direalisasikan. Tapii sekali lagi tantangan terbesarnya adalah untuk mulai melangkah.

Sama sih kaya keinginan buat menghidupkan blog usang ini. List konten sering banget berserakan di notes handphone maupun coretan buku, tapi eksekusinya masih nol besar. Apalagi upaya untuk mencari pengalihan kondisi kantor (yang maaf, bisa dibilang jauh dari ideal), mau berkebun atau apalah tapi sifat malesnya yang masih sering menang. 

Kerap terlalu mengedepankan 'formalitas' menyebabkan kekurangan 'esensi' itu sendiri. Wkw, kalo ibarat lagu nih ya, disenandungkan tetapi gak memaknai liriknya. Hm, jadilah ya momen kontemplasi saat pengingat pengurangan jatah usia kemarin saya mulai bikin list target pencapaian lagi, karena kok ya setelah hampir satu tahun penempatan kondisi mental saya belum jauh berubah.

Memang perlu dipilah-pilah lagi mana yang diperlukan dan hanya sekedar diinginkan. Most trending topic nowadays masalah mental dan financial planning jadi antusiasme saya juga buat didalami. Semoga saja bisa mengubah warna baru di tulisan sih, yang udah semakin kaku dan basi dari hari ke hari. 

Yok gaes! Berhenti cari-cari pembenaran. Dunia yang sudah semakin gaduh ini perlu aksi nyatamu bukan koar-koar kosong yang tak mengubah apa-apa. Buatlah keputusan yang akan mendekatkan, bukan menjauhkan dari tujuan utama. Jangan lupa prioritas buat kejar bekal akhirat juga :3

Wednesday, December 12, 2018

Berpikir dengan akal sehat.

Mohon maaf sebelumnya saya di blog ini hanya sekedar berceloteh sahaja. Pun bukan orang yang cukup pintar dalam mengemukakan pendapat (kalo ahli sih saya pengennya bikin opini di kolom koran. wkw)

Nikmat sehat adalah sesuatu yang membahagiakan seperti nikmat waktu luang. Hingga ketika musibah datang, tak lain dan tak bukan sebagai pengingat pada diri sendiri bahwa mungkin ada sesuatu yang luput kamu perhatikan.

Alih-alih curhat, jadi saat terjebak di kabupaten (lebih tepatnya memang sebuah keputusan untuk sok idealis, sih), saya berbuat ulah jatoh dari motor tepat di hari kelahiran. Kasih hadiah buat diri sendiri, yang seperti harapan saya setelah hampir setahun lebih belakangan mengurangi kebiasaan mengucapkan ataupun merayakan hari itu, alih-alih menggantinya dengan mengucapkan syukur dan terimakasih pada ibu yang telah melahirkan dan orangtua yang sudah membesarkan selama ini.

Saya seringkali merasa saat dunia sekolah maupun kuliah, saya sering sibuk dengan sesuatu yang pada akhirnya saya anggap "begitu saja". Rasionalitas yang seringkali hilang dengan ego dan keinginan impulsif, hanya ingin dianggap bisa "bermanfaat". 

Tabunya saat ini era digadang-gadang dengan segala sesuatu yang kekinian. Setiap orang berlomba-lomba dengan gaya hidup yang ideal, pencapaian yang fantastis, motivasi yang menggebu. Jadi menurutmu sendiri, apa kekinian versi-mu?

Upgrade diri makin kesini adalah sebuah tantangan membagi waktu dan pikiran. Mengatur prioritas: antara jenjang karir dan proporsi keluarga, mengelola waktu luang dan pengembangan diri, dsb dst.


Tuesday, December 4, 2018

Kuliah Bahasa Arab

Selain pengen ngebiasain nerapin Bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari, sebenernya juga  pengen nge-review dan implementasiin Bahasa Arab yang udah cukup lama dipelajarinnya selama sekolah dulu sih. Bermula dari sepupu yang les bahasa Arab untuk mendukung anaknya yang sekolah di SDIT untuk tahfidz gitu, cukup jadi tamparan agak keras buat diri ini.. Udah belajar susah2 dulu, kok malah dibiarin nguap gitu aja?

Waktu luang di kabupaten yang tak ramai seperti disini pun harusnya dimanfaatin buat sebanyak-banyaknya nimba ilmu. Keterbatasan akses bukan alasan yang dijadikan kambing hitam, lah ya.. Sekarang media pembelajaran udah semakin luas, gak terbatas dengan tatap muka ajasih.

Nah salah satunya dapet info terkait pembelajaran Bahasa Arab yang modulnya dibagikan cuma-cuma, tapi buat yg ingin pembelajaran yang lebih dalam selama 2 tahun bisa bergabung di kuliah.bisa.id

Silabus perkuliahan

Kalo aja permasalahan koneksi gakjadi kendala (ditambah disini waktu WIT otomatis jadi lebih malem), pengen banget sih bisa ikutan. Yekan lucu aja disini ketergantungan harus dikantor buat akses ini itu._.v walhasil sembari download modul pembelajarannya dulu lah..

Sekian dulu lah postingan share-nya kapan2 dilanjut lagi dengan bahasan laen. Wkw, see ya~




Monday, November 19, 2018

why don't start from yourself?

Naluriahnya insting manusia sering mengeluh dengan kondisi yang tak ideal. Tak sesuai harapan yang semestinya begini atau begitu. Saya pun sejatinya demikian (munafik).

Sekarang sedang gemar-gemarnya membaca buku motivasi dan pengembangan diri untuk menjaga titik seimbang dari rasa stress yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Bacaan memang membantu banyak mengubah pola pikir. Jadi sekedar untuk refleksi, bisa disimak resume salah satu ebook yang dimuat di oleh strategimanajemen.net sebagai berikut..

ASK yourself : What your unique talent? What your potential strenghts?
DO concrete action : Ketangguhan mental, keuletan, dan ikhtiar yang istiqomah.

#1: Education is the best invesment in your life
Jangan lelah untuk terus mencari ilmu, karena
#2 : Your mother is your source of success
Selalu bahagiakan kedua orangtua yang telah membesarkanmu, bagaimanapun keluarga adalah prioritas utama.
#3: Be persistence in pursuing your dreams
Ketika menemui kegagalan, coba lagi! Hal besar tidak diraih dengan cuma-cuma, butuh kerja keras dan kedisiplinan untuk memperolehnya.

Berusaha bergerak dari kemalasan.
Mengubah jeratan kebiasaan lama yang kurang baik bukanlah hal yang tidak mungkin.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai, do it right now :)

Tuesday, October 30, 2018

Sebuah renungan (.)

Runtutan bencana dan kisah dramatis dibaliknya, berhasil mengingatkan kita akan pentingnya rasa syukur atas nikmat kehidupan yang dimiliki. Bahwa sejatinya kehidupan ini benar-benar sekejap saja. Kemudian untuk apa kamu telah habiskan setiap detik kesempatan itu?


Berat, kawan. 
Untuk kita yang telah terbiasa di kelilingi support keluarga, kemudian kehilangan semua itu.
Untuk kita yang telah terbuai memiliki kehidupan yang berkecukupan, kemudian harus berusaha lebih keras dari sebelumnya.
Untuk kita yang telah nyaman dengan kehadiran orang terdekat, kemudian ternyata ada khianat yang mengecewakan.
Karena roda kehidupan itu selalu berputar. Maka berharaplah sewajarnya pada kehidupan dunia dan berjuanglah untuk kehidupan kekal nantinya, tak salah bukan?

Jarak akan mengajarkan kita pentingnya setiap waktu dan momen yang ada saat ini.
Sudut pandang, bagaimana cara melihat dan menghadapi semuanya adalah apa yang kamu pilih.
Jika senyumanmu saat ini terlalu getir untuk kamu tunjukkan pada dunia: Bersemangatlah untuk membuktikan pada dunia bahwa dirimu ini berharga! Jangan biarkan kondisi melemahkan hatimu.

--
Deep condolences,
#ASN yang tahu beratnya perjuangan jarak