Tuesday, December 4, 2018

Kuliah Bahasa Arab

Selain pengen ngebiasain nerapin Bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari, sebenernya juga  pengen nge-review dan implementasiin Bahasa Arab yang udah cukup lama dipelajarinnya selama sekolah dulu sih. Bermula dari sepupu yang les bahasa Arab untuk mendukung anaknya yang sekolah di SDIT untuk tahfidz gitu, cukup jadi tamparan agak keras buat diri ini.. Udah belajar susah2 dulu, kok malah dibiarin nguap gitu aja?

Waktu luang di kabupaten yang tak ramai seperti disini pun harusnya dimanfaatin buat sebanyak-banyaknya nimba ilmu. Keterbatasan akses bukan alasan yang dijadikan kambing hitam, lah ya.. Sekarang media pembelajaran udah semakin luas, gak terbatas dengan tatap muka ajasih.

Nah salah satunya dapet info terkait pembelajaran Bahasa Arab yang modulnya dibagikan cuma-cuma, tapi buat yg ingin pembelajaran yang lebih dalam selama 2 tahun bisa bergabung di kuliah.bisa.id

Silabus perkuliahan

Kalo aja permasalahan koneksi gakjadi kendala (ditambah disini waktu WIT otomatis jadi lebih malem), pengen banget sih bisa ikutan. Yekan lucu aja disini ketergantungan harus dikantor buat akses ini itu._.v walhasil sembari download modul pembelajarannya dulu lah..

Sekian dulu lah postingan share-nya kapan2 dilanjut lagi dengan bahasan laen. Wkw, see ya~




Monday, November 19, 2018

why don't start from yourself?

Naluriahnya insting manusia sering mengeluh dengan kondisi yang tak ideal. Tak sesuai harapan yang semestinya begini atau begitu. Saya pun sejatinya demikian (munafik).

Sekarang sedang gemar-gemarnya membaca buku motivasi dan pengembangan diri untuk menjaga titik seimbang dari rasa stress yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Bacaan memang membantu banyak mengubah pola pikir. Jadi sekedar untuk refleksi, bisa disimak resume salah satu ebook yang dimuat di oleh strategimanajemen.net sebagai berikut..

ASK yourself : What your unique talent? What your potential strenghts?
DO concrete action : Ketangguhan mental, keuletan, dan ikhtiar yang istiqomah.

#1: Education is the best invesment in your life
Jangan lelah untuk terus mencari ilmu, karena
#2 : Your mother is your source of success
Selalu bahagiakan kedua orangtua yang telah membesarkanmu, bagaimanapun keluarga adalah prioritas utama.
#3: Be persistence in pursuing your dreams
Ketika menemui kegagalan, coba lagi! Hal besar tidak diraih dengan cuma-cuma, butuh kerja keras dan kedisiplinan untuk memperolehnya.

Berusaha bergerak dari kemalasan.
Mengubah jeratan kebiasaan lama yang kurang baik bukanlah hal yang tidak mungkin.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai, do it right now :)

Tuesday, October 30, 2018

Sebuah renungan (.)

Runtutan bencana dan kisah dramatis dibaliknya, berhasil mengingatkan kita akan pentingnya rasa syukur atas nikmat kehidupan yang dimiliki. Bahwa sejatinya kehidupan ini benar-benar sekejap saja. Kemudian untuk apa kamu telah habiskan setiap detik kesempatan itu?


Berat, kawan. 
Untuk kita yang telah terbiasa di kelilingi support keluarga, kemudian kehilangan semua itu.
Untuk kita yang telah terbuai memiliki kehidupan yang berkecukupan, kemudian harus berusaha lebih keras dari sebelumnya.
Untuk kita yang telah nyaman dengan kehadiran orang terdekat, kemudian ternyata ada khianat yang mengecewakan.
Karena roda kehidupan itu selalu berputar. Maka berharaplah sewajarnya pada kehidupan dunia dan berjuanglah untuk kehidupan kekal nantinya, tak salah bukan?

Jarak akan mengajarkan kita pentingnya setiap waktu dan momen yang ada saat ini.
Sudut pandang, bagaimana cara melihat dan menghadapi semuanya adalah apa yang kamu pilih.
Jika senyumanmu saat ini terlalu getir untuk kamu tunjukkan pada dunia: Bersemangatlah untuk membuktikan pada dunia bahwa dirimu ini berharga! Jangan biarkan kondisi melemahkan hatimu.

--
Deep condolences,
#ASN yang tahu beratnya perjuangan jarak

Sunday, October 28, 2018

Semangat Sumpah Pemuda

Hola! Konsisten menulis dan membuat konten terbaru yang kekinian menjadi agenda yang tak kalah rumit disaat pikiran masih melompat-lompat antara memilah aktivitas pribadi yang produktif. Haha, mungkin bisa dikatakan saya belum "secinta" itu dengan dunia literasi, karena pun untuk meluangkan membaca lebih banyak masih menjadi wacana besar.
Hasil gambar untuk sumpah pemuda 2018
Jadi memanfaatkan momentum Sumpah Pemuda kali ini, saya kembali merilis postingan (ceilah!) terkait edukasi finansial. Setelah di postingan terdahulu sekilas telah me-review beberapa platform fintech yang pernah di-icip, sekarang ada sedikit promosi mengenai produk Kemenkeu yang bakal dirilis. Ehe, cekidot~

Buat kalian yang penasaran buat apasih sebenernya pemerintah kerap menghimpun dana dari masyarakat lewat produk berupa kupon-kupon yang ditawarkan? Awalnya saya pun sama, juga tak terlalu tahu menahu terkait hal ini. Tapi semenjak lulus dari sekolah kedinasan dan menjadi (bakal) abdi negara, saya malah iseng cari info masalah : Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Ritel Negara (ORI). Terlepas dari saya pribadi yang memilah produk investasi syariah (demi keamanan dan kepuasan hati).

Terkadang kita pun sering bertanya-tanya bukan, kenapa nilai tukar Rupiah sangat lemah? Tapi banyak orang justru bangga mengimvestasikan aset kepemilikannya dalam Dollar yang lebih menguntungkan?

Kita diajarkan untuk mencintai produk lokal maupun dalam negeri, tapi artis-artis diluar sana sekonyong-konyong merasa bangga untuk memamerkan koleksi barang branded nan mahal itu. Lebih bangga berlibur diluar negeri dibanding mengeksplorasi kekayaan wisata Nusantara yang akan lebih menguntungkan devisa negara.

Lalu mari kita tanyakan lagi, apa yang salah dari ini semua?
Yap, perlu direnungi bahwa negara kita ini mungkin memiliki hutang yang amat banyak pada negara lain di luar sana. Kemudian kita renungi kira-kira apa langkah kecil yang bisa kita lakukan saat ini?

Yak, investasi saat ini memang kerap digemborkan sebagai passive income generasi milenial. Tapi sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda tak hanya mengikuti mainstream saja, tetapi memilah mana yang benar-benar kita butuhkan untuk dipelajari lebih dalam dari sekedar ikut-ikutan sesuatu yang sedang booming. Hati-hati, sejauh ini seringkali ada iming-iming bodong :p

Let me introduce:

Sukuk Tabungan (ST002) yang akan dirilis pada awal November 2018 nanti. Belum ada info resmi, tetapi sedikit spoiler dari portal Bareksa yang telah menjadi mitra online SBN Kemenkeu sebelumnya.

Jadi, produk investasi yang resmi dikeluarkan pemerintah yang berbasis syariah adalah Sukuk yang dirilis tahunan dan ditawarkan secara terbuka dalam periode tertentu pada masyarakat. Produk pertama yang saya geluti adalah SUKRI-010 (Sukuk Ritel) yang ditawarkan awal tahun kemarin, jatuh tempo selama 3 tahun. Nah untuk Sukuk Tabungan sendiri memiliki keunggulan dengan tenggat jatuh tempo yang lebih singkat selama 2 tahun, juga minimum pembelian yang lebih terjangkau yaitu sebesar 2 juta saja.


Mempelajari ilmu 'mastering self control' ketika baru saja memasuki dunia kerja dan memiliki pendapatan tetap setiap bulannya, memilah antara pengeluaran produktif dan konsumtif memanglah tak mudah. Maka dari itu ini merupakan salah satu produk yang bisa saya rekomendasikan ._.v

Wkw, jadi dalam tips kecerdasan finansial, metode Buat Anggaran- Catat Pengeluaran- Taati Alokasi yang telah dibuat merupakan hal susah susah mudah yang perlu tingkat kedisiplinan yang tinggi, bukan? Daripada sibuk mencari tahu tips yang paling mumpuni, hal yang perlu digarisbawahi adalah mencoba sedari awal dan menerapkan sebaik mungkin. Ingat untuk tidak serta merta memenuhi item yang diinginkan, tetapi me-manage hal yang sejatinya dibutuhkan.

So, see ya in another random post ^^
--
Best Regards





Thursday, October 18, 2018

Satu Data Indonesia

Menemukan artikel yang menarik dibawah ini:



Sejatinya sebagai salah satu agen dari #GerakanCintaData dan Insan Statistisi pengumpul dan pengolah data di level Kabupaten, menurut saya terobosan ini merupakan tantangan besar untuk menurunkan ego setiap instansi dan berhenti saling menyalahkan untuk dapat meraih kemajuan bersama. Generasi muda ditantang untuk memberikan aksi konkret nan nyata, daripada sekedar sibuk mengomentari dan menghujat apa yang belum berhasil dilaksanakan oleh pendahulunya.

Era teknologi masa kini bisa jadi alat bantu, pun menjadi sebuah pisau bermata dua yang mengarahkan pada sisi positif dan negatif . Peranan edukasi ini penting ditekankan bahwa kita harus lebih banyak mendengar sebelum berbicara serta lebih banyak membaca sebelum menulis, filter yang dibuat untuk membedakan suatu kebenaran dan kesalahan. Data dan informasi mempunyai suatu kekuatan untuk membangun maupun merusak tatanan yang ada, tergantung dari pemanfaatan dan penerapan kebijakan oleh yang berwenang.

Jadi, apa perananmu sejauh ini.? Mari renungkan baik-baik, bukan masalah pro ataupun kontra dengan pemerintahan saat ini, teapi lakukan yang terbaik yang bisa diberikan untuk bangsa dan negara tercinta. 


Monday, July 23, 2018

Syukur(i)

Aloha! rasanya kangen rindu lama tak bercuap-cuap disini, tapi apalah ternyata menemukan topik 'berbobot' untuk dibahas menjadi tulisan, justru sesuatu yang berat akhir-akhir ini. Hmm, bisa jadi terlalu  termakan dengan rutinitas baru, belum bisa beradaptasi dengan baik buat bagi ruang antara kerjaan dan pengembangan diri.

Well, I've changed for myself, my deepest soul..
Get everythings fix yet. To feel happy both inside and outside.
So, come on here I go for a new page in another time beginning~

Fiuh, memang gak mudah nerima kenyataan buat jauh dari orang tua yang biasanya pulang tinggal sekedar hitungan dua-tiga jam dengan akses yang bisa dipilih antara naik bis ataupun kereta. Lalu sekarang kondisinya berubah menjadi perlu banyak pertimbangan waktu dan juga merogoh kocek cukup dalam. Eits, tapi itu bukan alasan buat keder dengan ini semua sih, semakin dewasa pun menemui pilihan yg semakin berliku merupakan sebuah konsekuensi yang perlu dihadapi, kan? :)