Tuesday, February 20, 2018

Sesak

Berusaha menahan diri tak menghubungi selagi jarak masih dekat.

Monday, February 19, 2018

jangan jangan

Akhirnya kemarin lusa aku melihat undangan itu. Ahad pertama di bulan Maret. Dengan seseorang yang sempat kucari tahu, benar ternyata. Entahlah aku tak kuasa lagi menanyakan bagaimana perasaanmu sekarang. Justru aku yang takut, jangan-jangan perasaanku tak setulus yg kuduga.

Jangan-jangan masih ada secuil egoku yang tersisa. Jangan-jangan emosional masa lalu itu tetap tertinggal. Teman-teman mu menyarankan padaku untuk ikhlas terhadap apa yang telah berlalu. Masa lalu sebagai pembelajaran. Bahwa aku, bukan seseorang yg ingin kau perjuangkan.

Maaf, ditengah kesempatan itu aku hanya bisa mengambil banyak pembelajaran.

Sunday, February 18, 2018

prepare to be happy, right?

Yak, lagi-lagi dapet shared tentang persiapan penempatan dari kakting.. Sedikit banyak setuju masalah pandangan2 yg perlu di"tata" menjelang pemberangkatan dan fase awal bekerja di daerah. Jelas gak mudah buat beradaptasi di lingkungan baru, tapi tentunya bisa dihadapi juga, kan. Hm, kembali bertanya kepada diri sendiri, nanti mau ngapain aja?

Pertama, ngontrak bareng kaka2 54 disana sebenernya udah suatu kemudahan aka.  nikmat, gaperlu cari2 kostan sendiri nanti. Sejujurnya punya niatan nyoba berkebun hidroponik sama bikin sanggar kecil buat perpus mini/tempat belajar calistung gt. Tapi berhubung kontrak bareng sepertinya bakal ditunda sampe nyari daerah sekitar yg sekiranya mendukung..

Kedua, buat pengembangan diri, pengen sih bikin target berapa tahun gt buat lanjut sekolah (well, not in statistic major anymore. lol) tapi lihatlah saja nanti sekadar wacana atau bisa terealisasi :v

Ketiga, masalah karir, masih pengen let it flow. Walo katanya yg ikut aliran arus itu cuma ikan mati atau sampah­čśé tapi saya emang penganut gimana takdir berjalan aja daridulu.. Hehe, dulu sih sempet mikir pengen resign setelah masa ID abis, tapi lihat nnti aja. Wkw

Intinya sekarang nikmatin aja apa yang diyakini benar dan layak buat diperjuangkan. Selagi muda masih bisa mikir ini itu tanpa banyak pertimbangan. Selagi kesempatan masih terbuka lebar...

Thursday, February 15, 2018

City Tour ke Museum BI

Akhirnya keinginan naik bis tingkat kesampean, yeay! thanks buat temen2 subdit peternakan yg udah menemani dan kak Aul yg udah ngasi info kalo bisa naik dari shelter bus pasar baru.

Jadi buat informasi aja, terdapat 6 rute Bis Wisata (transJakarta) yang cuma-cuma alias gratis lho. Beroperasi Senin-Jum'at pukul 10.00-17.00 juga selama weekend (terdapat penyesuaian hari Minggu karena ada car freeday)
1. History of Jakarta (tujuan Jakarta Kota-Istiqlal/Juanda )
rute: Gedung Kesenian Jakarta- Monas-Balai Kota-Museum Nasional-Gedung Arsip-Museum BI
2. Jakarta Modern
rute: Sarinah-Plaza Indonesia-Pecenongan
3. Jakarta Skyscrapers
rute: Tosari-Sudirman-Karet-Bundaran Senayan-GBK-Dukuh Atas
4. Art&Culinary (khusus operasi malam hari, jam: 17.00-23.00) 
5. Jakarta Open Space (tujuan akhir: RPTA Kalijodo)
6. Makam Mbah Priok (operasi Kamis-Minggu, pukul 13.00-19.00)


Kemarin naik yang rute BW-1 (karena yang muncul paling deket itu), walhasil akhirnya mampir ke museum BI deh. wkwk, sayangnya karena udah bukan mahasiswa masuknya gak gratis lagi, tapi berbayar 5k.


 
-Perpustakaan Nasional dan Balai Kota yang dilewati-

Udah lama dari terakhir kali kesini.. banyak perubahan juga yang jelas jadi lebih informatif. Wkw, beberapa bagian masih dalam kondisi renovasi/ maintanance. Ya tujuan utama kesini foto-foto ae sih.
 

Uniknya diruang pameran baru tau sih ada beberapa uang khusus (sepertinya banyak diburu para kolektor), yaitu:
>> Uang token (untuk transaksi perkebunan, terbuat dari logam bernilai Sen)
>> Uang peringatan khusus (terbuat dari emas, nominalnya sesuai kadarnya)
>> Uang bersambung (uncut banknotes terdapat dalam bentuk 2 lembar & 4 lembar)

-Logo BI dari waktu ke waktu-

-Uang yang beredar pada masa VOC, dibeberapa daerah desainnya seperti tiket/karcis :v-

Jauh-jauh kesana, sebenernya malah belum mampir gd Filateli sama Kesenian Jakarta yang deket. Haha, yang penting dah ngerasain kantin Kantor Pos sih (es podengnya enak) xD

Saturday, February 10, 2018

"pembekalan" diri

Alhamdulillah.. hari ini berkesempatan menghadiri Dauroh Profesi dilanjutkan pelatihan mengajar Al-Qur'an spesial untuk STIS55.

Fabi'ayyi ala irabbikuma tukadziban.. 
Lingkup lingkungan ini yang selalu saya syukuri semenjak masuk ke dalam dunia perkuliahan. Walau rasanya saya masih jauh dari posisi yang semestinya selayaknya teman2 yang lain. Maafin saya yang masih sering bandel ini ._.v


- Hierarki Keahlian Teknis vs. Manajemen-

Sesi pertama bersama Bpk Azka Ubaidillah, yang baru saja selesai studi S3 IPB tercepat (dimutasikan dari Jambi ke STIS). Ulasan menekankan bagaimana kita menggali potensi di daerah, terutama untuk pengembangan diri sekaligus menebarkan kebaikan (dakwah). Selalu mencari motivasi dalam melakukan suatu hal yang sejalan dengan pekerjaan dan bisa berbaur dengan masyarakat. Pesan beliau: Selalu ikhlas dengan ketetapan-Nya, ingatlah bahwa perintah Allah selalu mengandung kebaikan. Ciptakan kebahagiaan dalam hati menjelang pemberangkatan, bahwa akan menyebarkan kebermanfaatan dan keberkahan adalah balasan bagi yang istiqomah di jalan-Nya.

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud: 112)

Sesi kedua dengan Bpk Ahmad M Saleh (Kepala BPS Kota Depok). Beliau ini tadinya bekerja di Pusat, namun sebagai aktualisasi diri mengajukan untuk pindah satker hingga kemudian kini menjadi kepala disana. Khas ala-ala motivation trainer banget lha. Bikin suasana hidup dengan interaksi-interaksi ringan. Pertama materi pengenalan BPS : visi misi sebagai pedoman untuk menggapai tujuan bersama. Kemudian tentang perjalanan waktu kita, bahwa masa lampau (history), masa kini (present), dan masa depan (future/expectacy) adalah keniscayaan yang perlu dilewati dengan baik. Idealisme hidup, bagaimana kita menjalani dunia kerja yang penuh tantangan, mengambil porsi/ peran sesuai kebutuhan, berpikir cerdas dan mengeksplor kemampuan, serta mengenali diri dan orang lain. Kuncinya: komunikasi dengan baik! 

Sesi ketiga bersama Bpk Pujiyanto.(Angk 46 dr Pare-Pare yg sedang TB). Cuma sebentar sih sharing-sharingnya, menanggapi pertanyaan2 yang dialami selama magang terkait mana yang boleh dan tidak. Perbedaan antara dunia kerja dan masa perkuliahan dahulu. Fokus dengan apa yang bisa dikerjakan, untuk membenahi sistem birokrasi yang seringkali belum sesuai dg kondisi ideal.  Terkait dakwah: posisikan diri secara luwes dan mengembangkan kemampuan tarbiyah dzatiyah (proteksi hati&iman).

Ba'da dzuhur dilanjutkan pelatihan mengajar Al-Qur'an dengan metode "A-Ba-Ta-Tsa" oleh Ust. Bambang Yulianto. Awalnya sih gak mendaftar ini karena tadinya memilihi ingin pulkam, tapi begitu  dapat info terkait Dauroh Profesi, ya baiknya sekalian aja ikutan.. Lumayan nambah ilmu.. :3

Nah, sebelumnya emang sempet denger ada panduan selain IQRO buat belajar membaca Al-Qur'an, pas banget dapet kesempatan belajar langsung dari yang mengembangakannya. Subhanallah.. Jadi emang karena Ust. Aris (Ikhwah BPS) sudah membuktikan sendiri anaknya belajar lewat metode ini.

-Ini penampakan buku pedomannya, terdapat 2 jilid-

Cihuyy.. Browsing pelatihan seperti ini aslinya berbayar ***k tiap orangnya. Wah beruntung banget emang dapet ilmu seperti ini secara cuma-cuma, bahkan dapet makan siang juga. Hehe

Jadi biasanya pelatihan kurang lebih 8-9 jam, kali ini dipadatkan 4.5 jam sesuai negosiasi di awal sesi. Wkwk, semi pembelajaran micro-teaching (gimana caranya menghadapi anak2) dan pelatihan prakteknya juga bareng temen yang lain. Hmm, boleh jujur ternyata gak segampang ngajarin ilmu eksak kaya kebiasaan buat kegiatan2 sosial gitu. Terutama menekankan makharijul huruf (yak, saya masih ngerasa kurang terus walau udah 2x ikt program tahsin)

Cuma inget keuatamaan, betapa besarnya nilai pahala mengajarkan ilmu agama ini pada orang lain, semoga pegangan ilmu ini bisa dimaksimalkan dengan baik. Aamiin yarabbal alamin.

Sunday, February 4, 2018

Cerminan Diri

Kata mereka, diri kita adalah cerminan dari orang-orang disekitar kita. Pun pasangan hidup nantinya pun adalah cerminan diri kita sendiri.

It's good to look you happy.
Always wondering you lived happily..

--
Dari aku yang kehabisan kata untuk menegur sapa. Yang takbisa sekedar mengajak bertemu tuk sampaikan salam perpisahan. Sepertinya aku sudah cukup paham bagaimana cara menjaga jarak dan mendoakanmu seperti sedia kala.

Teruslah tersenyum seperti saat kutemukan potret dirimu bersama kawan seperjuangan. Tak perlu bermurung hati dan menyesali yang telah terjadi. Karena kamu lebih kuat dan hebat dari apa yang kamu bayangkan.